Suara.com - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) menyebut, kepuasan publik terhadap pelayanan pemerintah desa cukup tinggi, yakni 96,59 persen.
Berdasarkan data Kemendes PDTT, 20.017.812 warga berpandangan bahwa pelayanan pemerintah desa baik. Sementara 694.372 warga (3,35 persen menilai, pelayanan pemerintah desa cukup. Sedangkan 12.593 warga (0,06 persen) berpandangan pelayanan pemerintah desa buruk.
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar mengatakan, tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah desa disebabkan berbagai alasan. Seperti keterbukaan informasi oleh para aparat desanya.
"Pandangan warga terhadap keterbukaan besa baik mencapai 95,95 persen atau sekitar 3.611.152 orang berpandangan keterbukaan desa baik," tutur Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar dalam Konferensi Pers secara virtual pada Kamis, (3/6/2021).
Sedangkan 144.151 warga berpandangan keterbukaan desa cukup atau sekitar 3,83 persen. Sementara 8.455 warga berpandangan keterbukaan informasi buruk atau sekitar 0,22 persen.
Berita Terkait
-
Peringkat UNY Naik, Mendes PDTT Ingatkan agar Tak Hanya Mengejar Status
-
Hadiri Festival Joglosemar, Gus Menteri Beli Jam Tangan Kayu
-
Pemda Mesuji Antusias dengan Pemutakhiran Data Berbasis SDGs Desa
-
Bantu Monitoring Kepala Desa, Pendamping Desa Ringankan Beban Kemendes PDTT
-
Kemendes Serius Kembangkan Desa Wisata di Kawasan Maninjau
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar