Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pra perdagangan hari ini dibuka masuk zona merah ke posisi 6.024 dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin di level 6.026.
Melansir data RTI, Kamis (9/9/2021), IHSG di awal pra perdagangan dibuka melemah 1,7 basis poin atau 0,03 persen.
Sementara itu, indeks LQ45 justru dibuka menguat tipis, pada awal pra perdagangan indeks ini menguat sebesar 0,34 persen ke level 856.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 11 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 49 miliar dan volume transaksi mencapai 3 ribu kali.
Sebanyak 106 saham menguat, 69 saham melemah dan 221 saham belum ditransaksikan.
CEO Indosurya Bersinar William Surya Wijaya mengatakan pola pergerakan IHSG hingga saat ini masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi.
"Potensi tekanan masih terlihat akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang," kata William dalam analisanya.
Menurut dia fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG mengingat kondisi sektor riil yang masih melambat.
Meski begitu, William menilai momentum pergerakan yang fluktuatif pada pergerakan IHSG dapat dimanfaatkan bagi investor jangka pendek, menengah maupun panjang.
Baca Juga: Jelang Rilis Cadangan Devisa, IHSG Mantap Naik ke 6.135
"Hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan," katanya.
Adapun beberapa saham yang menarik untuk disimak menurut William adalah ITMG, BBNI, ASII, INDF dan WIKA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026