Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan awal pra perdagangan menjelang akhir pekan ini dibuka rebound dengan masuk ke zona hijau ke level 6.561 dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi 6.524.
Melansir data RTI, Jumat (29/10/2021), IHSG diawal perdagangan dibuka naik 0,49 persen atau turun 37 basis poin. Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib laju IHSG terus merangkak hingga level 6.575
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka ikutan dibuka ke zona hijau, pada awal pra perdagangan indeks ini naik 6,3 basis poin atau melemah 0,66 persen ke level 961.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 474 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 401 miliar dan volume transaksi mencapai 37 ribu kali.
Sebanyak 218 saham menguat, 81 saham melemah dan 192 saham belum ditransaksikan.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG berpotensi bergerak di rentang 6.472 sampai dengan 6.691. Namun dia pesimistis indeks komposit mampu rebound setelah dua hari berturut-turut terkoreksi.
"Pola pergerakan IHSG saat ini terlihat masih memiliki peluang koreksi yang cukup besar, sedangkan gelombang tekanan yang sedang terjadi terlihat belum akan berakhir," katanya dalam riset harian, Jumat (29/10/2021).
William menambahkan minimnya sentimen ditambah dengan kondisi perlambatan perekonomian yang masih berlangsung ikut menekan IHSG. Apalagi di sisi lain harga komoditas masih berpotensi melemah yang dapat memberikan dampak terhadap emiten emiten yang berkaitan.
Dengan begitu akan memberi dampak terhadap pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Maka itu William merekomendasikan beberapa saham seperti SMGR, HMSP, ICBP dan SMRA.
Baca Juga: Ditutupi Awan Kelabu, IHSG Berakhir Anjlok 1,18 Persen Kamis Sore Ini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara