Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) kini kembali melakukan ekspor 150 ribu barel minyak mentah dari Blok Pangkah (Indonesia) ke Thailand.
Kapal MT Petromax selaku perantara merupakan salah satu kapal milik PIS yang telah menyelesaikan pengiriman ekspor minyak mentah dari Blok Pangkah yang dikelola oleh PT Saka Energi menuju terminal pelabuhan Koh Sichang, Thailand.
Ekspor minyak mentah ini adalah salah satu hasil kontrak kerja sama PIS dengan TIS Petrolium, selaku pembeli minyak dari Blok Pangkah.
Dalam kesempatan ini, Direktur Operasi PIS Arief K.Risdianto mengatakan, langkah ini jadi catatan bagi perusahaan untuk selanjutnya dapat lebih agresif menggarap pasar di luar Pertamina, yang tentu saja potensinya masih sangat besar.
“Keberhasilan MT Petromax dalam mengangkut cargo crude export sebagai bukti komitmen PIS dalam mengembangkan bisnis angkutan, tidak hanya fokus melayani angkutan crude dan BBM dalam negeri, namun juga berupaya berebut pasar angkutan di luar negeri, dengan mengedepankan services excellence dan safety first,” tulis keterangan resminya beberapa hari lalu, via Warta Ekonomi.
Saat ini, kata Arief, PIS mengoperasikan sekitar 258 unit kapal, mulai kapal ukuran Bulk Lighter berkapasitas 1.000 DWT sampai dengan kapal Very Large Crude Carrier berkapasitas 300.000 DWT.
“Kapal-kapal PIS terus mengibarkan bendera Indonesia di kancah global dan perairan internasional,”pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kisah Emak-Emak di Palembang Berburu Minyak Goreng Murah: Antre Panjang, Berdiri Lama
-
Sidak ke Pasar Pasir Gintung, Mendag Lutfi Pastikan Pasokan Minyak Goreng ke Lampung Segera Normal
-
KPPU Temukan Praktik Terlarang Penjualan Minyak Goreng di Lampung
-
Kata Driver Ojol Soal BPJS Syarat Urus SIM, Mbah Tumi 50 Tahun Buat Minyak Goreng Sendiri
-
Di Wilayah Lain Langka, di Balikpapan Stok Minyak Goreng di Klaim Aman, Tapi Harga Tinggi Banyak Ditemukan, Di mana?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026