Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pembukaan pra perdagangan hari Rabu (10/8/2022) dibuka anjlok ke level 7.073 dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 7.102.
Melansir data RTI, IHSG diawal pra perdagangan dibuka turun 29,4 basis poin atau melemah 0,49 persen.
Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib laju IHSG terus merangkak turun hingga level 7.072atau telah mengalami pelemaham sebesar 0,42 persen.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka melemah, pada awal perdagangan indeks ini turun 6 basis poin atau melamah 0,60 persen ke level 1.002.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 812 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp387 miliar dengan volume transaksi mencapai 31 ribu kali.
Sebanyak 162 saham menguat, 118 saham melemah dan 210 saham belum ditransaksikan.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi wajar pada perdagangan hari ini.
Menurutnya, peluang kenaikan terbatas akan terlihat hari ini, namun peluang tekanan juga masih harus diwaspadai.
"Indeks saham masih ditopang oleh beberapa faktor di antaranya rilis data keuangan emiten pada semester I 2022 dan stabilnya perekonomian dalam negeri," kata William dalam analisanya.
Baca Juga: Selasa Sore IHSG Berhasil Ditutup Menguat ke Level 7.102
Sehingga peluang koreksi masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian terutama bagi investor jangka panjang.
Ia memprediksi IHSG akan bergerak di rentang support 6.921 dan resistance 7.123. Dia merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBNI, GGRM, ITMG, ASII, CTRA, AKRA, AALI
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara