Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini betah dalam zona hijau, di mana indeks ditutup melesat 1,04 persen.
Mengutip data RTI pada Kamis (11/8/2022), IHSG berhasil parkir di level 7.160 dengan naik 74,1 basis poin atau melesat 1,05 persen.
IHSG bergerak menguat dari batas bawah di level 7.126 hingga batas atas pada level 7.181 setelah dibuka pada level 7.135.
Pada penutupan perdagangan, tercatat ada 323 saham menguat, 193 saham melemah, dan 177 saham stagnan alias tidak mencatatkan adanya perubahan. Kapitalisasi pasar berada di atas Rp9.402,75 triliun.
Saham sektor teknologi menjadi pendorong penguatan IHSG dengan kenaikan mencapai 2,76 persen. Penguatan saham sektor teknologi dipimpin oleh GOTO yang naik 5,71 persen, MTDL naik 4,10 persen, kemudian BUKA naik 3,90 persen, dan EMTK naik 3,21 persen.
Sementara, saham-saham yang tergolong top gainer antara lain saham DILD naik 46 point atau menguat 30,87 persen ke level 195. KRYA menguat 25,51 persen atau naik 25 point ke level 123.
Selanjutnya, saham MRAT menguat 19,32 persen atau bertambah 46 point ke level 284. PGLI menguat 16,16 persen atau naik 32 point ke level 230. KIOS yang naik 67 point atau menguat 15,29 persen ke level 505.
Sementara saham-saham yang tergolong top losser antara lain saham LPPS 7 point atau melemah 7,00 persen ke level 93. BRAM melemah 6,94 persen atau koreksi 625 point ke level 8.375.
Selanjutnya saham JARR terkoreksi 35 point atau melemah 6,93 persen ke level 470. TOOL turun 11 point atau melemah 6,87 persen ke level 149. LAND melemah 13 point atau turun 6,80 persen ke level 178.
Baca Juga: Sinar Mas dan Lazada Group Resmi Jadi Pemegang Saham Layanan Keuangan DANA
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat menguat 1,04 persen ke level 1.018,325. Sedangkan, JII naik 0,54 perse ke level 622,262.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026