Suara.com - Rencana penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6 triliun kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) yang dikenal sebagai Indonesia Financial Group (IFG) untuk tahun anggaran 2023 mendapatkan dukungan legislatif.
Hal ini mencerminkan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka optimalisasi dan pemulihan ekonomi nasional dengan cara pemberdayaan dan penguatan UMKM melalui program Pemerintah yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) pasca terdampak Pandemi Covid-19.
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta, mengatakan rencana PMN sebesar Rp6 triliun kepada IFG ini mempertimbangkan peran signifikan dua anggota BUMN holding Perasuransian, Penjaminan, dan Investasi tersebut yang dalam hal ini yaitu PT Askrindo dan PT Jamkrindo dalam perannya untuk menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melakui KUR kepada UMKM.
Dirinya sudah mengkaji secara mendalam bahwa Penjaminan atas KUR yang sumber dananya dari perbankan untuk diberikan kepada UMKM sangat dibutuhkan supaya target KUR yang ditetapkan pemerintah bisa sesuai harapan.
"Memang sangat layak kita berikan support agar Jamkrindo dan Askrindo ini mendapatkan PMN. Sehingga nanti bisa lebih kuat dalam penjaminan KUR,” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan IFG bersama Jamkrindo dan Askrindo di Gedung DPR (14/09).
Nantinya, PMN sebesar Rp6 triliun tersebut akan disalurkan oleh IFG kepada dua anggota holdingnya yaitu Jamkrindo dan Askrindo masing-masing sebesar Rp3 triliun.
Nyoman menambahkan, saat ini IFG dalam dilema karena di satu sisi DPR dan Pemerintah terus mendorong supaya target KUR bisa mencapai 100% karena dengan begitu cita-cita pemulihan ekonomi yang cepat dan kuat pasca terdampak Pandemi Covid-19 bisa maksimal.
”Tapi di sisi lain lembaga ini (Jamkrindo dan Askrindo) juga butuh suasana nyaman dan permodalan yang kuat untuk bisa memberikan jaminan. Jadi perlu kita support,” Nyoman menegaskan.
Nyoman menyadari pentingnya menjaga peran IFG melalui dua anggota holdingnya itu dalam program PEN.
Baca Juga: DPR Restui Rights Issue BTN Rp4,13 Triliun, Termasuk PMN Rp2,48 Triliun
“Sebab Penjaminan ini akan menjaga baik dari sisi Perbankan sebagai penyalur dana maupun dari sisi UMKM sebagai penerima manfaat,” imbuhnya.
Padahal peran UMKM dibutuhkan dalam kerangka pulih cepat dan bangkit lebih kuat pasca Pandemi dan menjadi pesan utama melalui peran Indonesia sebagai presidensi G20 tahun 2022 ke seluruh dunia.
Dukungan pentingnya menjaga target KUR kepada UMKM juga diungkapkan Anggota Komisi VI dari Partai Golkar, Nusron Wahid, saat RDP dengan Menteri BUMN pada 8 September 2022.
”Saya sudah menghitung, dengan target Presiden supaya KUR dinaikkan sekitar 23% pada 2023 maka sebenarnya IFG butuh tambahan modal Rp8,7 triliun karena harus memperhatikan Gearing Ratio (GR)-nya saat melakukan Penjaminan kepada UMKM. Jadi saya sangat mendukung PMN untuk IFG ini dimasukkan dalam nota keuangan Kementerian BUMN tahun 2023,” tegasnya.
Dalam data yang dipaparkan IFG dalam RDP dengan Komisi VI, Jamkrindo dan Askrindo perlu segera menerima penguatan permodalan karena tanpa PMN, angka Gearing Ratio (GR) keduanya segera menyentuh ambang batas atas yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu 20 kali. Seperti diketahui, GR adalah rasio keuangan untuk membandingkan ekuitas pemilik dengan peminjam.
Tanpa ada PMN, Jamkrindo, misalnya angka GR-nya akan mencapai sebesar 20,27 kali pada 2024 dan Askrindo mendekati angka 19 kali lalu meningkat setiap tahunnya. Sebaliknya, dengan adanya PMN sebesar masing-masing Rp3 triliun sebagai penguatan permodalan maka GR Jamkrindo akan terjaga di angka 16,33 kali pada 2024 dan Askrindo sebesar 15,71 kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG