Suara.com - Mobil operasional dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Bali kini telah dikembalikan ke agen pemegang merk (APM).
Head of Marketing Department HMID Astrid Ariani menjelaskan, mobil-mobil tersebut nantinya akan dijual kembali. Terkait harganya, ia menegaskan harga mobil-mobil tersebut sama dengan mobil baru.
Sejumlah mobil listrik diketahui dioperasikan selama KTT G20 di Bali mulai dari Hyndai, Toyota dan Wuling. Untuk Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air Ev kini siap dijual kembali, lantas berapa harganya?
Astrid menjelaskan, total 262 unit Hyundai Ioniq saat ini sudah dikirim ke dealer. Mobil yang digunakan selama KTT G20 yang merupakan bekas pakai sejumlah pejabat itu kini siap dijual dan digunakan konsumen.
Justru para konsumen memiliki keuntungan tidak perlu indent atau menunggu lebih lama karena sudah ready stock. Namun dengan catatan bekas pakai KTT G20.
Sementara untuk Wuling Air Ev kabarnya juga akan dijual kembali dengan harga yang lebih murah.
Ada beberapa kendaraan listrik yang menjadi kendaraan operasional KTT G20 diantaranya Hyundai Genesis G80, Hyundai Ioniq 5, Wuling Air Ev, Lexus UX300e dan Toyota BZ4X.
Berita Terkait
-
Bukan Mbak Rara, Luhut Ungkap Sosok Cerdas Pengatur Hujan di KTT G20
-
Penghina Iriana Jokowi Ditangkap gegara Desakan Kaesang dan Gibran, Benarkah?
-
DFSK Mini EV Harga Lebih Murah, Jadi Pesaing Wuling Air EV di GIIAS Semarang
-
Almaz Hybrid Jadi Salah Satu Andalan Wuling di GIIAS 2022 Semarang
-
CEK FAKTA: Jokowi Usir Joe Biden dari Indonesia, Benarkah?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026