Suara.com - Saham emiten PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang baru saja mencatatkan saham perdananya dengan Initial Public Offering (IPO) kembali menyentuh ARB atau auto reject bawah.
Mengutip data RTI, Kamis (19/1/2023) spad sesi i perdagangan hari ini saham CBRE menyentuh 135 per lembar saham atau turun 10 basis poin dengan pelemahan mencapai 6,90 persen.
Diketahui saham CBRE dimiliki sejumlah pihak kongsi bisnis salah satunya adalah suami Ketua DPR RI Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro.
Mengacu ‘jeroan’ prospektus CBRE, disebutkan bahwa pemegang saham pengendali dan pemilik manfaat (beneficial owner) adalah Suganto Gunawan melalui kepemilikan tidak langsung di perusahaan melalui PT Omudas Investment Holdco.
Informasi saja, PT Omudas Investment Holdco menguasai 61,13% saham CBRE pasca-IPO. Sedangkan, Suganto Gunawan sendiri memiliki 51,00% saham Omudas.
Usut punya usut, Suganto Gunawan memiliki ‘irisan’ relasi dengan suami Ketua DPR RI Happy Hapsoro lewat emiten perhotelan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT).
Sebagai informasi, Happy Hapsoro via PT Basis Utama Prima memiliki 40,00% saham mayoritas PSKT.
Nah, Suganto Gunawan, yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama CBRE, pernah mengemban posisi Komisaris Independen PSKT selama periode 2014-2021.
Hapsoro sendiri sempat menjadi Komisaris Utama PSKT sebelum akhirnya mengundurkan diri pada Agustus 2021, bersamaan dengan pengunduran diri Suganto Gunawan.
Baca Juga: Asing Ramai-ramai Kabur dari Pasar Modal Indonesia, IHSG Berpotensi Loyo Pagi Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026