Suara.com - Dinilai berhasil terapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), PT Pegadaian diganjar penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Encouraging MSME Growth Awards 2023 yang digelar secara daring oleh Warta Ekonomi, Selasa, (31/1/2023).
Adapun penilaian yang menjadi fokus utama, yaitu kinerja keuangan (financial performance) dan kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi produk/jasa, strategi bisnis, serta integrasi/ekspansi bisnis. Indikator penilaian berdasarkan lima prinsip tata kelola perusahaan yang baik yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan.
Dalam penghargaan yang bertajuk Managing a High Level of Company Performance in GCG Ethics kategori Financial Services Industry ini, Pegadaian dinilai sebagai perusahaan yang telah konsisten mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik dalam mengelola kegiatan bisnis perusahaan serta mendukung kebijakan ekonomi nasional.
“Mewakili seluruh Insan Pegadaian, saya mengucapkan terima kasih kepada warta ekonomi atas penghargaan yang diberikan kepada kami pada hari ini. Penghargaan ini merupakan apresiasi dari kerja keras seluruh Insan Pegadaian, yang telah berhasil menjalankan bisnis berlandaskan penguatan struktur penerapan GCG yang baik,” jelas Senior Vice President Compliance Division PT Pegadaian, Hertin Maulida Rahmi dalam glory speech-nya saat penyerahan penghargaan.
Hertin juga mengatakan, perusahaan terus berupaya melakukan transparansi segala bentuk informasi, yang dilakukan secara konsisten baik melalui media massa maupun media sosial resmi perusahaan, salah satunya laman website perusahaan www.pegadaian.co.id.
“Saat ini masyarakat dapat melihat informasi dan perkembangan kinerja perusahaan secara transparan di laman website kami, yang dapat diakses dengan mudah dan diketahui oleh para pemangku kepentingan,” tambah Hertin.
Ia juga berharap penghargaan ini semakin meningkatkan motivasi seluruh Insan Pegadaian untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.Y
Berita Terkait
-
Berbekal Penerapan GCG yang Kuat, BRI Sukses Raih Penghargaan Bergengsi
-
Berkat Penerapan GCG yang Kuat, BRI Sukses Jadi Top 3 Asean Corporate Governance Scored Card
-
BRI Jadi Top 3 Asean Corporate Governance Scored Card Berkat Penerapan GCG yang Kuat
-
BRI Jadi Top 3 Asean Corporate Governance Scored Card dari ACGS
-
Penerapan GCG yang Kuat Antarkan BRI Jadi Top 3 Asean Corporate Governance Scored Card
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun