Suara.com - Kepala Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengungkapkan hingga akhir Januari 2023, telah lebih dari 100 investor menyatakan tertarik berinvestasi di IKN. Selain itu, investor telah menyampaikan Letter of Intent kepada Otorita.
Sejumlah sektor investasi yang diminati para investor, diantaranya, infrastruktur dan utilitas sebanyak 25 investor, edukasi 15 investor, konsultan 14 investor, perumahan 10 investor, komersial 9 investor, teknologi 6 investor, kesehatan 5 investor dan perkantoran sebanyak 6 investor.
"Saat ini ada tiga investor yang siap membangun hunian di IKN, yaitu Konsorsium CCFG Corp. dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara dengan investasi sebesar Rp 30,8 triliun," ujar Bambang dalam Mandiri Investment Forum di Jakarta, Kamis (2/2/2023).
Selain itu, ada Korea Land and Housing Corp dengan investasi Rp 8,65 triliun dan PT Summarecon Agung Tbk. sebesar Rp 1,67 triliun. Melalui investasi tersebut nantinya akan dibangun 184 tower hunian dengan kapasitas 14.500 jiwa dan direncanakan akan selesai pada akhir 2024.
Sebelumnya, Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Sumadilaga memaparkan, dalam rangka penyediaan air baku di IKN, seperti bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku progresnya sudah di atas 80%.
"Jadi, progres 82% dan 85% ini untuk menjamin ketersediaan air baku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP)," ujar Danis, seperti dikutip dalam tayangan Youtube Sekretariat Kabinet, Selasa (31/3/2023).
Sementara, lanjut Danis, progres di luar KIPP pihaknya tengah membangun tiga infrastruktur jalan tol dengan total panjang 27 kilometer yang mana progresnya masih di bawah 5%.
"Progresnya ada yang sudah 6%, ada yang 2%, ada yang 1% karena memang baru sekitar 2 bulan," jelas dia.
Jalan tol akses seksi 5A itu akan menyambung ke arah pulau Balang besar, jembatan balang besar, jembatan balang kecil.
Baca Juga: Jokowi Bangga, Kini Investasi Bukan Lagi Jawasentris
Selanjutnya, kabar dari pembangunan di KIPP memiliki luas lahan mencapai 6.600 hektar, saat ini masih fokus pengembangan dan pembersihan lahan. Kawasan itu nantinya akan berisikan istana negara, kantor kementerian, hingga sumbu kebangsaan.
"Ada beberapa yang di gali 65% tapi ini. Kalau dari sisi progress keseluruhan baru 1,5% karena kalau clearing dan grubbing secara nilai relatif tidak besar," imbuh dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau