Suara.com - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tahun politik justru berkah bagi Indonesia, terutama dari sisi perekonomian. Menurut dia, banyak belanja politik yang bisa mendorong daya beli masyarakat.
Airlangga pun memperkirakan, daya beli masyarakat akan tinggi pada kuartal IV tahun 2023
"Jadi dengan kepastian ini justru tahun politik menjadi vitamin baru untuk pemulihan ekonomi di 2023 dan kita lepas dari ketergantungan berbagai tekanan-tekanan," ujar Airlangga saat konferensi pers yang ditulis, Selasa (7/2/2023).
Airlangga juga memastikan kepada investor untuk tidak khawatir dan pergi dari Indonesia saat memasuki tahun politik. Dia menegaskan, pemilu merupakan kegiatan politik rutin yang dilakukan selama 5 tahun sekali di Indonesia.
"Justru certainty-nya itu karena prosesnya berjalan demokratis dan tidak pernah ada hal yang luar biasa dalam Pemilu di Indonesia pasca reformasi," kata dia.
Mantan Menperin ini mengklaim, Indonesia termasuk negara yang politiknya masih di ambang stabil. Berbeda dengan negara lain yang ekonomi hancur akibat ketidakstabilan politik.
"Beberapa negara timbul kerusuhan, kekurangan pangan, sampai sekarang kekurangan energi, bahkan masuk dalam pasien IMF," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler