Suara.com - Ketika berencana untuk mengumpulkan uang demi meraih tujuan finansial di masa depan, semua orang umumnya dihadapkan pada 2 pilihan. Kedua pilihan tersebut adalah menyimpan uangnya dalam rekening tabungan di perbankan, atau menginvestasikannya di instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pada dasarnya, kedua pilihan untuk menyimpan uang tersebut sama-sama bagus untuk dipilih dan mampu menjadi wadah untuk menggapai tujuan keuangan. Hanya saja, jika dibandingkan, investasi tentu jauh lebih ideal untuk dipilih apabila Anda berniat untuk menyimpan uang dalam jangka panjang dan mendambakan potensi nilai uang berkembang seiring waktu.
Lalu apakah benar anggapan jika menyimpan uang dengan investasi lebih menguntungkan dan menghasilkan dibanding menabung? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut dan meyakinkan Anda, simak alasan investasi lebih baik dipilih dibanding menabung dan tips menjalaninya berikut ini.
Alasan Investasi Lebih Menguntungkan Dibanding Menabung
Ketika memilih untuk menabung di rekening tabungan perbankan, nasabah memang bisa mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan ketika menyimpan uang. Akan tetapi, hal tersebut bukan langkah yang bijak agar bisa meraih tujuan finansial di waktu mendatang dengan lebih optimal.
Pasalnya, nilai uang di tabungan tidak akan berkembang dengan sendirinya. Alhasil, nilai uang akan terus tergerus oleh inflasi yang pasti terjadi seiring waktu. Belum lagi dengan beban biaya administrasi dengan nominal 5 ribu sampai 20 ribu yang langsung memotong saldo dalam tabungan.
Sedangkan dengan berinvestasi, Anda bisa merasakan banyak keuntungan yang membuatnya lebih direkomendasikan untuk dipilih dibanding sekadar menabung. Berikut adalah sederet kelebihan yang menjadi alasan investasi lebih menguntungkan dibanding menabung.
- Penambahan atau pertumbuhan nilai aset jauh lebih menjanjikan dan pesat. Bahkan, selama setahun, nilai uang yang diinvestasikan dapat berlipat ganda dan bertumbuh hingga belasan persen.
- Dana yang diinvestasikan, sebagai contoh pada instrumen saham, pasti akan diawasi secara langsung oleh pihak OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. OJK sendiri adalah lembaga resmi yang bertugas untuk mengawasi dan memastikan setiap jasa keuangan di dalam negeri menjalankan tugasnya sesuai aturan serta regulasi yang berlaku. Hal ini berlaku pula pada aktivitas investasi yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas dan manajer investasi guna menjamin keamanan dan kenyamanan aktivitas investasi investor di Indonesia.
Baca Juga: Zodiak yang Pandai Mengatur Uang, Hemat dan Rajin Menabung
- Dana yang ditanamkan akan dikelola secara langsung oleh lembaga keuangan yang resmi dan profesional, serta mempunyai legalitas dan kredibilitas jelas. Sehingga, tingkat keamanan akan terjamin dan mengoptimalkan peluang keuntungan secara lebih pasti bagi para investor.
- Investasi mampu menjadi solusi untuk menjaga nilai uang dari laju inflasi. Bahkan, tingkat pertumbuhan investasi bisa jauh melebihi inflasi dan membuat investor mampu mengembangkan nilai uangnya secara lebih optimal. Namun, imbal hasil dari investasi umumnya bergantung dari jenis instrumen yang dipilih dan terdapat risiko yang perlu diantisipasi investor.
- Dengan investasi, Anda tak perlu lagi khawatir tentang biaya kehidupan di masa depan, misalnya dana pensiun. Sebab, dana pensiun yang disimpan di instrumen investasi hampir bisa dipastikan terus bertumbuh agar mampu memenuhi kebutuhan di hari tua atau menjadikannya sebagai warisan.
Berkat keunggulannya tersebut, tidak sedikit orang mampu menjadikan investasi sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan pasif untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kondisi tersebut, seseorang bisa dikatakan telah mencapai financial freedom yang mana hal ini hanya bisa diraih melalui investasi.
Tips Menjalani Aktivitas Investasi Penuh Cuan
Investasi memang menjadi aktivitas menyimpan uang yang memiliki potensi memberi keuntungan tambahan atau imbal hasil seiring waktu. Meski begitu, pahami jika semakin tinggi peluang keuntungan investasi, risiko kerugian yang ditanggung juga sama besarnya. Karenanya, Anda perlu memahami tips menjalani aktivitas ini dengan optimal dan tepat, antara lain:
Berita Terkait
-
5 Bank Luar Negeri Favorit Konglomerat Indonesia
-
5 Kabupaten di Jawa Barat Masuk Deretan Nilai Investasi Tertinggi, Salah Satunya Purwakarta, Begini Kata Ambu Anne
-
6 Tips Mengajukan Kredit Tanpa Agunan untuk Investasi yang Menguntungkan
-
Pasar Kripto Diklaim Tunjukan Trend Positif
-
5 Trik Mudah Mencapai Target Keuangan Tahunan yang Bisa Kamu Terapkan
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.
-
Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat
-
Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026
-
CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan
-
Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang
-
IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan