/
Senin, 08 Mei 2023 | 11:01 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (Instagram @anneratna82)

Suara Denpasar – Masyarakat Kabupaten Purwakarta patut berbangga dengan kinerja Bupati Ambu Anne Ratna Mustika

Pasalnya disisa masa jabatan sebagai orang nomor satu di Purwakarta Ambu Anne mampu mencatat nilai invetasi terbaik.

Menariknya lagi nilai investasi tersebut memantapkan Kabupaten Purwakarta sebagai salah satu daerah tujuan utama investasi di Jawa Barat

Sejauh ini terdapat lebih dari 500 perusahaan besar nasional maupun internasional berbagai bidang industri berinvestasi di Purwakarta.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan pihaknya terus memperkuat dan memantapkan posisi Purwakarta sebagai tujuan utama investasi di Jawa Barat. 

Sebagai catat pada triwulan pertama di tahun 2023 ini saja sudah ada investasi senilai Rp 3,28 triliun. 

“Jumlah ini meningkat tajam sebesar 15,64 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika yang kini berstatus janda, Jumat 5 Mei 2023 seperti dikutif Suara Denpasar dalam laman resmi Pemkab Purwakarta.

Ambu Anne menjelaskan di Provinsi Jawa Barat ada lima kabupaten masuk deretan posisi tertinggi nilai investasinya. Salah satunya Kabupaten Purwakarta. 

Selain itu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Karawang. Dari lima kabupaten ini Pemerintah Provinsi Jabar menargetkan nilai investasi mencapai Rp 188 triliun.

Baca Juga: Dari 580 Bacaleg yang Didaftarkan ke KPU RI, PKS Klaim 35,9 Persennya Perempuan

Mengejar target nilai investasi itu, Ambu mengatakan bahwa dimasa Pemerintahannya di Purwakarta akan menggenjot seluruh berbagai sarana dan prasarana infrastruktur untuk pengembangan kawasan industri. 

“Semua infrastruktur yang diperlukan untuk terus menarik investasi, terus kami tingkatkan. Langkah itu penting agar para investor menjadikan Purwakarta sebagai pilihan utama investasinya,” ungkapnya.

Berikut nilai-nilai investasi. Triwulan pertama tahun 2023 mencapai Rp 3,28 triliun, Rp 2,07 triliun merupakan investasi yang berasal dari penanaman modal asing (PMA). Sementara sisanya sebesar Rp 1,21 triliun merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Dari angka-angka itu, investasi PMA meningkat 7,57 persen, sedangkan angka investasi PMDN naik siginifikan dari tahun sebelumnya yang meningkat 30,95 persen.  ****

Load More