Suara.com - Haji Agus Suhela, belakangan ini jadi sorotan publik di media sosial. Bagaimana tidak, dirinya memberangkatkan warga bojong koneng umrah secara gratis.
Hal ini membuat publik terbelanga, bahkan Haji Agus Suleha kini dijuluki sebagai Sultan Bojong Koneng.
Namun, perjuangan Haji Agus Suleha untuk memberangkatkan umrah gratis warga Bojong Koneng tidak seperti membalikkan tangan. Bisnis propertinya pun dibangun dari nol.
Hal ini diungkapkan oleh Anang Samun Saputra, Ketua RW 07 Kampung Bojong Koneng, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
"Dia usahanya di bidang properti, ya di Kabupaten Bekasi, sekarang juga udah ada di luar Kabupaten Bekasi," ujarnya yang dikutip, Senin (15/5/2023).
Menurutnya, Haji Agus Suleha tidak berasal dari keluarga sultan yang kaya raya. Bahkan, orang tuannya hanya sebagai petani.
Haji Agus Suleha, bilang Anang, rela sebagai sopir truk yang membawa hasil pertanian orang tuanya. Selain itu, dirinya juga mulai usaha sewa angkutan logistik proyek atau barang.
Haji Agus Suleha memulai menjadi sopir sejak masih duduk di bangku SMP. Dirinya nekat, demi membantu usaha orang tuanya.
"Pak Agus yang nyetir truk bapaknya, bawa materialnya ke tempat yang dipesan," kata Anang.
Baca Juga: Sosok Haji Agus Suleha, Sultan Tajir Bojong Koneng yang Berangkatkan Umrah Warga 2 RT
Tidak hanya sopir truk, Haji Agus Suleha juga sempat mencoba profesi ojek. Setiap pulang sekolah, tutur Anang, Haji Agus Suleha menyempatkan dirin untuk mengojek atau menjadi sopir truk.
"Dia (Haji Agus Suleha) gigih nyari uang, dia pulang sekolah kalau enggak narik truk, ngojek biasanya, saya juga kadang jadi keneknya. Dulu kami ngetem nunggu orderan di lampu merah Cibitung," kata dia.
Selain gigi mencari uang, Anang menyebut, Haji Agus Suleha juga pintar menangkap peluang. Dirinya, membeli satu unit truk kembali sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha jasa angkutan logistik.
"Nambah lagi 2 (truk), lama-lama banyak. Terus dia ditawarin buat pasok material di proyek perumahan. Lama-lama dipercaya kemudian bikin perusahaan lain di bidang properti," kata dia.
Dengan berjalannya waktu, bisnis properti Haji Agus Suleha berkembang hingga menjadi developer terkenal di Bekasi. Setelah terkenal, Haji Agus Suleha ber-nazar ingin memberangkatkan umrah keluarga besar hingga warga sekitar.
Akhirnya baru tahun 2023 ini, Haji Agus Suleha bisa merealisasikan nazarnya untuk memberangkatkan umrah wargga dua RT di Bojong Koneng.
"Jadi dulu pas masih punya 3 perusahaan, dia umrah, nazar di depan ka'bah, sujud sambil doa, nazar mau berangkatin 1.000 orang di dua RT umrah," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan