Suara.com - Aksi peragaan busana jalanan, Citayam Fashion Week kembali memeriahkan kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas Jakarta Pusat.
Salah seorang ikon peserta CFW Abdul Sofi Allail alias Ale menyambut gembira kegiatan tersebut akhirnya diselenggarakan kembali setelah sekian lama terhenti.
"Dengan adanya Citayam Fashion Week diadakan kembali, yang pertama senang banget. Terus yang kedua, jadinya anak muda jadi tambah berkreasi lagi dan membebaskan mereka untuk bereksperimen dengan pakaian-pakaian mereka," kata Ale ditulis Selasa (25/7/2023).
Menurutnya, kegiatan CFW lebih banyak manfaat bagi generasi Z dan milenial dibandingkan dampak negatifnya sehingga Ale mengajak semua pihak mendukung kegiatan tersebut.
Salah satunya, dengan mengajak seluruh pihak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga keamanan-ketertiban di kawasan sekitar lokasi CFW.
"Harapan untuk ke depannya, semoga anak-anak yang datang ke sini atau berbagai kalangan yang datang ke sini lebih bisa menjaga kebersihan. Terus juga lebih teratur dan harus lebih kreatif lagi," ujar Ale berpesan.
Kegiatan CFW diketahui mulai kembali diikuti oleh para penggagasnya seperti Ale, Bonge, Dilan Bekasi, dan sebagainya sejak Sabtu (22/7/2023) malam lalu.
Seperti penyelenggaraan sebelumnya, para peserta fashion show jalanan itu bergantian berjalan di zebra cross yang menjadi catwalk untuk menunjukkan gaya berpakaian mereka yang unik dan menarik.
Pada kesempatan itu, Ale mengaku sengaja memilih setelan yang terkesan formal sesuai dengan tema pakaian pada CFW kali ini dari mulai seragam sekolah hingga kostum ala pemain film Barbie.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Bahas Redupnya Citayam Fashion Week, Gegara Apa?
"Untuk kostum hari ini lebih ke formal. Untuk kostum kedua dipersiapkan untuk Minggu depan, biar lebih rahasia begitu. Pasti ada (kejutan) di setiap minggunya kita bakal adakan outfit yang lebih nyentrik dan bombastis," ujarnya.
Berbeda dengan Ale, peserta CFW lainnya, Andika Ariseto alias Dilan Bekasi memilih tampil di catwalk mengenakan pakaian seragam SMA, jaket jins dan topi sambil menenteng secangkir kopi.
"Jadi, tadi itu fashion week di zebra cross. (Saya) pegang kopi begitu untuk mengambil vibe-vibe yang senja-senja begitu," kata Andika saat ditemui seusai tampil di catwalk CFW.
Menurutnya, penyelenggaraan kembali CFW sudah sangat dinantikan oleh generasi muda, khususnya para konten kreator dan pegiat media sosial dari berbagai daerah di Ibukota Jakarta dan sekitarnya.
Andika pun berharap kegiatan tersebut bisa terus dilakukan setiap akhir pekan untuk memberikan ruang berkreasi bagi generasi muda, khususnya pecinta fashion.
"Semoga ke depannya (CFW) makin membaik. Intinya, tata krama, attitude dipakai semua dan jaga kebersihan di sini buat kebaikan kita juga," ujar sang Dilan Bekasi optimistis CFW bisa lebih baik lagi ke depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok