Suara.com - Sesaat setelah menyatakan dukungan Partai Golkar kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebut, kepemimpinan 10 tahun ke depan sangat penting untuk membawa Indonesia lolos dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.
Airlangga mengatakan, inilah salah satu alasan partainya mendukung Prabowo, yang dianggapnya tepat untuk memimpin Indonesia ke depan.
“Partai Golkar melihat kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto sangat tepat untuk membawa Indonesia lolos dari middle income trap,” ujar Airlangga, yang juga merupakan Menko Bidang Perekonomian.
Ia menegaskan, Partai Golkar merasa bangga bisa bersama tiga partai lainnya, yaitu PKB, Golkar, dan PAN, mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2024.
“Hari ini merupakan momen bersejarah, karena empat partai akan mengusung Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024-2029,” tegas Ketum Golkar tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengaku merasa terharu dengan dukungan empat partai besar di Indonesia terhadapnya dalam pilpres yang akan digelar pada 14 Februari 2024. Menurutnya, deklarasi dukungan empat partai besar yang sarat sejarah ini menjadi sebuah kehormatan untuknya.
"Ini sungguh suatu kehormatan bagi saya, yang juga membuat saya bertekad untuk tidak mengecewakan harapan partai-partai ini, dan terutama harapan rakyat Indonesia semuanya,” ujar Prabowo.
Ia menawarkan kepada parpol koalisi yang mengusungnya untuk mengedepankan persatuan dalam menghadapi Pemilu 2024. Persatuan menjadi tonggak dasar koalisi yang terbuka menerima partai lain untuk ikut bergabung di Pilpres 2024.
“Kita akan berhadapan dengan suatu pemilihan umum, kita akan bertanding dengan gagah dan ksatria, kita akan melancarkan kampanye yang terbuka, yang tidak akan menjelek-jelekkan atau mencela pihak manapun,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Airlangga: Golkar Sekarang Solid, Berbeda dengan Pemilu 2019 yang Penuh Gonjang-Ganjing
Berita Terkait
-
Airlangga Hartarto Dukung Ketum Gerindra: Prabowo Subianto Lahir dari Rahim Golkar
-
5 Potret Romantis Rumah Tangga Airlangga Hartanto dan Yanti Airlangga, Mesra Seperti Anak Muda
-
PAN, Golkar, PKB dan Gerindra Resmi Deklarasikan Prabowo Jadi Bacapres 2024
-
Lahir dari Rahim Golkar, Ini Alasan Airlangga Dukung Prabowo Maju Capres 2024
-
Alasan Didukung jadi Capres karena Lahir dari Rahim Golkar, Airlangga Puji Prabowo Egaliter
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati