Suara.com - PT KAI Commuter mengungkapkan kondisi di sejumlah stasiun Commuter Line Jabodetabek terpantau relatif lengang dan kondusif pada Minggu (24/9). Tercatat hingga pukul 14.00 WIB sebanyak 245.538 orang menggunakan Commuter Line atau KRL untuk bermobilisasi.
"Terpantau Stasiun Bogor dan Stasiun Citayam dengan pengguna terbanyak yang naik yaitu 14.462 orang dan 11.348 orang," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba dalam keterangannya, Minggu (24/9/2023).
Sementara itu untuk stasiun tujuan, Stasiun Sudirman, Stasiun Bogor dan Stasiun Tanah Abang merupakan stasiun dengan volume tertinggi. Pengguna turun di ketiga stasiun tersebut dengan masing-masing sebanyak Stasiun Sudirman 20.150 orang, Stasiun Bogor 19.792 orang dan Stasiun Tanah Abang 15.707 orang.
Memasuki minggu keempat Bulan September 2023, KAI Commuter mengkalkulasikan rata-rata pengguna Commuter Line Jabodetabek pada akhir minggundan hari libur sepanjang September ini sebanyak 673.341 orang per hari.
Angka tersebut lebih rendah 23% jika dibanding rata-rata volume pengguna pada hari kerja yaitu sebanyak 869.246 orang per harinya. Sementara itu, sesuai data terhitung rata-rata volume pengguna di hari Senin sepanjang September 2023 sebanyak 887.844 orang per harinya.
"Melihat selisih penggguna yang cukup besar tersebut, KAI Commuter mengimbau para pengguna untuk kembali ke Jakarta ataupun lokasi aktivitas kerjanya dengan memanfaatkan kondisi Commuter Line Jabidetabek yang cenderung lebih lengang pada akhir pekan ini. KAI Commuter mempredikasi volume pengguna Commuter Line Jabodetabek pada esok Senin sebanyak 900 ribu orang," kata Anne.
Kekinian, KAI Commuter mengoperasikan 1.100 perjalanan Commuterline Jabodetabek tiap harinya mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB. Persebaran pengguna pada hari kerja juga masih terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 05.30 – 07.30 WIB, dan sore mulai pukul 16.00 – 18.00 WIB.
KAI Commuter juga mengoperasikan perjalanan Commuter Line feeder relasi Manggarai – Angke/Kampung Bandan PP untuk melayani pengguna transit di Stasiun-stasiun transit seperti Manggarai, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Duri dan Stasiun Kampung Bandan.
KAI Commuter mengingatkan bagi pengguna commuterline yang membawa anak minimal usia 3 tahun atau tinggi minimal 90 cm sudah diwajibkan untuk membeli tiket. Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan selama dalam perjalanan. Bagi pengguna yang menunggu di area peron, selalu dahulukan pengguna yang akan keluar, serta berdiri tidak melewati garis aman dan menghalangi pengguna yang akan keluar dari dalam commuterline.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung
-
GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026
-
7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan