Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

Minggu, 13 September 2026 | 16:43 WIB
ARSIP-ILUSTRASI-Pramono Anung olahraga di CFD Jakarta. (Dok. Pram-Rano)
  • Menteri Lingkungan Hidup mengusulkan penambahan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta menjadi dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pada Minggu (13/9/2026) bahwa Pemprov tengah mengkaji usulan tersebut secara sangat hati-hati.
  • Jika diterapkan hari Sabtu, Pemprov hanya akan memilih satu lokasi antara Sudirman-Thamrin atau Rasuna Said demi menjaga aktivitas ekonomi.

Suara.com - Wacana penambahan jadwal pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di wilayah DKI Jakarta menjadi dua hari dalam sepekan kini tengah menjadi perbincangan hangat.

Usulan yang awalnya didorong oleh Menteri Lingkungan Hidup tersebut kini mulai mengerucut pada tantangan teknis, khususnya terkait penentuan lokasi yang berpotensi berbenturan dengan roda perekonomian ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan ide tersebut dengan penuh kehati-hatian. Pihaknya sedang menimbang segala aspek, terutama meminimalisasi disrupsi terhadap denyut nadi bisnis di kawasan segitiga emas Jakarta.

"Saya mengkaji secara serius usulan Bapak Menteri Lingkungan Hidup untuk Sabtu-Minggu," kata Pramono di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Tantangan terbesar dari penerapan CFD pada hari Sabtu adalah tingginya volume aktivitas masyarakat yang masih produktif. Apabila kebijakan perluasan hari ini direalisasikan, Pramono menegaskan bahwa otoritas ibu kota hanya sanggup menetapkan satu kawasan saja untuk disterilkan dari kendaraan bermotor. Opsi yang tersedia saat ini adalah antara koridor utama Sudirman-Thamrin atau kawasan bisnis Rasuna Said di Kuningan.

Orang nomor satu di Jakarta itu menekankan bahwa sangat mustahil untuk menutup kedua ruas jalan protokol tersebut secara bersamaan pada hari Sabtu.

"Tetapi kalau kemudian hari Sabtu kedua-duanya apakah itu yang diatur oleh Pemerintah Pusat di Rasuna Said dan apa. di Sudirman-Thamrin ini, tentunya enggak bisa dua-duanya," ujarnya.

Keengganan Pemprov DKI Jakarta untuk menutup dua kawasan tersebut sekaligus didasari oleh perhitungan perputaran ekonomi korporasi. Kawasan Sudirman, Thamrin, hingga Kuningan merupakan tulang punggung sentra bisnis, di mana banyak entitas perusahaan, industri perhotelan, hingga pusat perbelanjaan atau ritel yang masih beroperasi secara penuh di hari Sabtu.

Penutupan jalan yang terlalu masif dikhawatirkan akan memutus akses mobilitas para pekerja, tamu hotel, dan konsumen, yang pada akhirnya dapat menekan pendapatan sektor swasta pada akhir pekan.

"Harus salah satu karena kami juga enggak ingin kantor-kantor yang masuk, kemudian juga hotel, pertokoan terganggu untuk itu," kata dia.

Menyikapi tarik ulur antara penyediaan ruang publik yang sehat dan menjaga stabilitas ekonomi komersial, Pemprov DKI Jakarta berjanji tidak akan menunda-nunda keputusan. Proses kajian tata ruang dan rekayasa lalu lintas sedang dikebut oleh dinas terkait.

"Kami akan putuskan dalam waktu dekat ini mana yang kemudian kami buka untuk Car Free Day misalnya kalau memang harus ada sampai dengan hari Sabtu. Nah itu yang kami kaji," pungkasnya.

Sebagai informasi, penyelenggaraan CFD di Jakarta saat ini rutin dilangsungkan hanya pada hari Minggu pagi. Koridor Sudirman-Thamrin telah lama menjadi ikon utama kegiatan ini. Dalam perkembangannya, Pemprov DKI Jakarta juga telah mengaktivasi Jalan HR Rasuna Said sebagai lokasi CFD alternatif pada hari Minggu.

Langkah memecah konsentrasi massa ke wilayah Kuningan tersebut sebelumnya diproyeksikan sukses menjadi ruang publik baru bagi masyarakat sekaligus mengurai kepadatan luar biasa yang kerap terjadi di sepanjang jalur Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com