Suara.com - Layanan call contact Bank BRI dinilai telah meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. Hal ini terlihat dari meningkatnya kepuasan nasabah terhadap layanan bank plat merah tersebut.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BRI, tingkat kepuasan nasabah terhadap layanan call center BRI meningkat dari 75% pada tahun 2022 menjadi 80% pada tahun ini.
Peningkatan kepuasan nasabah ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya secepat kilat tanggapi keluhan para nasabahnya.
Berikut faktor kepuasaan masyarakat atas contact BRI:
- Peningkatan kualitas layanan call center, seperti kecepatan respon, akurasi informasi, dan keramahan petugas call center.
- Peningkatan ketersediaan saluran layanan call center, seperti melalui telepon, WhatsApp, dan media sosial.
- Peningkatan inovasi layanan call center, seperti fitur chatbot dan voice recognition.
BRI juga terus melakukan inovasi layanan call center untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah fitur chatbot yang dapat menjawab pertanyaan nasabah secara otomatis.
Selain itu, BRI juga mengembangkan fitur voice recognition yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi tanpa perlu berbicara dengan petugas call center.
Beberapa contoh inovasi layanan call center BRI:
- Fitur chatbot yang dapat menjawab pertanyaan nasabah secara otomatis, seperti informasi saldo, mutasi rekening, dan jadwal angsuran.
- Fitur voice recognition yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi tanpa perlu berbicara dengan petugas call center, seperti transfer dana, top up e-wallet, dan pembayaran tagihan.
- Fitur live chat yang memungkinkan nasabah untuk berkomunikasi dengan petugas call center secara langsung melalui aplikasi pesan instan.
BRI berharap dengan peningkatan kualitas layanan call center, nasabah dapat lebih mudah dan nyaman dalam mendapatkan informasi dan melakukan transaksi perbankan.
Baca Juga: Call Center BRI Dinilai Meningkatkan Kualitas Pelayanan Nasabah
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026
-
Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026
-
Ace Hardware Dipastikan Kembali Buka di Indonesia
-
Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026
-
Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing
-
Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?
-
Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya
-
Eks Bos Astra Infra Port Eastkal Dipanggil KPK dalam Dugaan Korupsi Investasi