Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin membuka tabungan mata uang asing. Salah satunya dengan menghadirkan produk Tabungan BRI BritAma Valas yang dapat diakses secara online melalui aplikasi BRImo.
BRI BritAma Valas adalah tabungan dalam mata uang asing dengan menawarkan kemudahan transaksi dan nilai tukar yang kompetitif. Tersedia 10 jenis mata uang asing yang meliputi USD, AED, AUD, CNY, EUR, GBP, HKD, JPY, SAR, dan SGD.
Untuk membuka rekening BRI BritAma Valas secara online, nasabah dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Buka aplikasi BRImo
- Login dengan memasukkan username dan password
- Klik info saldo, lalu klik "Buka Rekening Baru"
- Pilih tabungan "BritAma Valas", pahami keunggulan dan persyaratan BritAma Valas, kemudian
- Klik "Pilih Rekening"
- Pilih kantor cabang BRI terdekat untuk penerbitan kartu ATM
- Pilih currency atau mata uang yang Anda inginkan, masukan jumlah setoran awal
- Pilih tujuan pembukuan, kemudian klik "Pilih Tabungan"
- Ceklis syarat dan ketentuan, lalu klik "Konfirmasi"
- Masukkan PIN BRImo Anda, tunggu sampai proses pembukaan valas selesai
- Selamat! Rekening BritAma Valas telah berhasil dibuat
Selain kemudahan membuka rekening secara online, BRI BritAma Valas juga menawarkan berbagai keunggulan lain, seperti:
- Setoran awal yang terjangkau
- Biaya administrasi yang rendah
- Fasilitas tarik tunai dan transfer antar bank tanpa biaya
- Nilai tukar yang kompetitif
BRI BritAma Valas cocok bagi berbagai kalangan, seperti pengusaha ekspor impor, traveler, maupun pelajar internasional. Dengan produk ini, nasabah dapat dengan mudah dan nyaman melakukan transaksi mata uang asing.
Peluncuran BRI BritAma Valas merupakan salah satu upaya BRI untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam. BRI berharap produk ini dapat membantu nasabah untuk mengelola keuangannya dengan lebih optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya