News / Internasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB
Selat Bab Al-Mandeb
Baca 10 detik
  • Tiga ABK asal Indonesia menjadi korban serangan drone kapal MV Tihamah di Yaman.

  • KBRI Muscat mendampingi korban luka dan memverifikasi kabar gugurnya satu WNI di lokasi.

  • Pemerintah Indonesia menyiapkan bantuan medis serta opsi kepulangan para pelaut ke tanah air.

Suara.com - Tiga anak buah kapal ABK WNI Indonesia menjadi korban insiden ledakan drone yang memborbardir kapal MV Tihamah di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa para pelaut tersebut terkena dampak ledakan saat kapal tengah bersandar di kawasan pelabuhan setempat.

Insiden berdarah di jalur pelayaran internasional ini memicu kekhawatiran baru atas keselamatan pelaut domestik di kawasan konflik Timur Tengah. Korban selamat kini berada dalam pemantauan ketat diplomat Indonesia untuk memastikan seluruh hak medis dan pelindungan hukum terpenuhi secara maksimal.

Laporan awal memperlihatkan tingkat keparahan yang bervariasi pada tubuh para awak kapal usai material ledakan menyambar badan kapal. Satu pelaut menderita luka ringan akibat goresan serpihan proyektil, sedangkan satu korban lain harus dilarang pulang dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit lokal.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree (Al Jazeera)

“Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit,” ucap Heni dalam pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Dugaan mengenai jatuhnya korban jiwa juga tengah memicu langkah penelusuran secara intensif dari diplomat Indonesia di lapangan. Pihak diplomatis bergerak cepat memverifikasi klaim pemberitaan asing guna memperoleh kejelasan status pasti bagi satu awak tersisa.

“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi,” tambah Heni.

Bagaimana Langkah Pemerintah Melindungi ABK WNI di Selat Bab Al Mandeb?

KBRI Muscat langsung bergerak cepat menjalin saluran komunikasi intensif bersama para pelaut Indonesia yang selamat di atas kapal MV Tihamah. Kapal kargo tersebut mengangkut total 11 awak, yang mencakup delapan warga negara Pakistan serta tiga warga negara Indonesia.

Pemerintah Indonesia berkoordinasi secara berkala dengan pejabat setempat untuk mengumpulkan detail bukti dari tempat kejadian perkara. Langkah koordinasi ini menjadi kunci utama untuk mengungkap fakta menyeluruh di balik peristiwa mencekam tersebut.

Baca Juga: Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

“KBRI Muscat juga tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan,” kata dia.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pelindungan darurat secara menyeluruh kepada seluruh korban terdampak. Bantuan logistik serta pengawasan medis menjadi prioritas utama penanganan saat ini.

“KBRI Muscat turut mempertimbangkan fasilitasi kepulangan para ABK WNI ke tanah air jika kondisi dan situasi memungkinkan,” demikian Heni.

Apa Penyebab Utama Serangan Kapal Dagang di Yaman Ini?

Laporan dari kantor berita Anadolu sebelumnya mengabarkan bahwa seorang warga negara Indonesia meninggal dunia bersama dua pelaut asal Pakistan akibat serangan di perairan tersebut. Stasiun Al-Jumhuriya TV menuding kelompok Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penembakan proyektil mematikan itu.

Kelompok milisi Houthi belum mengeluarkan rilis resmi untuk merespons tuduhan penyerangan kapal komersial tersebut. Lokasi kejadian di Selat Bab Al-Mandeb sendiri merupakan titik krusial yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Merah.

Load More