Suara.com - Sejak didirikan, PT ArtDigest Artha Asia (ArtDigest) telah bertransformasi menjadi pelopor dalam industri dekorasi rumah. Laurent Putra, Principal ArtDigest, dan Diego Dimetheo, Managing Director ArtDigest, memperkenalkan visi dan pencapaian perusahaan yang berfokus pada penerapan estetika unik dalam dekorasi rumah.
Dengan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan, ArtDigest terus menetapkan standar baru dalam desain interior, didukung oleh pengembangan aplikasi mobile, pengelolaan brand-brand terkemuka, dan rencana pembangunan toko fisik.
Dalam waktu singkat, ArtDigest telah berkembang dari sebuah startup menjadi pionir dalam dekorasi rumah. Berlisensi dari ArtDigest LLC dari Amerika, ArtDigest kini hadir untuk memenuhi kebutuhan home decor se-Indonesia.
"Kami memulai ArtDigest dengan visi untuk memperkaya ruang hidup melalui seni yang berkelanjutan dan desain yang inovatif. Perjalanan kami sejauh ini adalah bukti dari komitmen kami terhadap keunggulan dan kreativitas," kata Diego Dimetheo ditulis Rabu (21/2/2024).
ArtDigest memperkenalkan aplikasi mobile yang revolusioner, memudahkan pelanggan untuk menjelajahi dan membeli koleksi dekorasi rumah secara langsung dari genggaman mereka.
Aplikasi ini menawarkan pengalaman belanja yang intuitif, dengan fitur visualisasi yang memungkinkan pelanggan untuk melihat bagaimana produk akan tampak di ruangan mereka, sebelum membuat keputusan pembelian.
Dalam perluasan usaha ini, kata Diego Dimetheo, ArtDigest dengan bangga menyatakan bahwa pihaknya juga merupakan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Asia Tenggara dari brand-brand terkemuka lainnya seperti Sohnne, The Panel Hub, Vertu Living, dan Koizuma.
Sebagai penggerak dari brand-brand ini, kami berkomitmen untuk menyajikan berbagai pilihan dekorasi rumah yang tidak hanya berkualitas tinggi namun juga berkelanjutan.
“Kepemilikan ini memperkuat posisi ArtDigest dalam industri dekorasi rumah, memungkinkan kami untuk menawarkan koleksi yang lebih luas dan inovatif kepada pelanggan kami,” katanya.
Baca Juga: Hamish Daud Mundur dari Startup Octopus, Bayar Gaji Karyawannya Gimana?
Dengan visi ke depan, ArtDigest berencana untuk membuka toko fisik.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan memperkenalkan mereka secara langsung kepada keindahan dan kualitas produk kami,” ujarnya.
Toko fisik akan menjadi wujud nyata dari estetika dan nilai yang kami usung, sekaligus menjadi pusat inspirasi bagi setiap pengunjung.
Salah satu aspek terpenting dari ArtDigest adalah komitmennya terhadap praktik berkelanjutan. Setiap produk dirancang dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan proses produksi yang etis.
"Kami percaya bahwa keindahan dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan seiring," tambah Diego Dimetheo.
Koleksi ArtDigest mencakup beragam produk dekorasi rumah, dari lukisan dan patung hingga furnitur dan aksesori. Setiap item merupakan gabungan dari seni dan fungsi untuk menciptakan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga inspiratif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026