Suara.com - PT Pegadaian (Persero) meluncurkan buku berjudul "Van Leening, When History Begin" di Kantor Pusat Pegadaian, Kramat, Jakarta Pusat, Senin, (6/5/2024). Buku tersebut merangkum perjalanan Pegadaian menuju transformasi baik dari manajemen hingga operasional dan pelayanannya. Dengan kata lain, buku ini dapat menjadi sejarah perjalanan perusahaan.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan menjelaskan, salah satu wujud transformasi dan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan adalah The Gade Coffe & Gold. Nama ini dipilih untuk menghilangkan stigma bahwa Pegadaian adalah tempat orang kepepet.
"Teman-teman semuanya pasti ingat bahwa Pegadaian ini terkenal dengan orang yang kepepet. Orang yang butuh duit akan datang ke Pegadaian. Sehingga waktu itu kami ingin mengubah (stigma) itu," tutur Damar Latri Setiawan.
Adapun pemilihan nama The Gade Coffe & Gold diambil, karena kata ini mudah dilafalkan oleh masyarakat untuk menyebut gadai. Di satu sisi Pegadaian juga ingin bahwa kedai kopi ini bukan sekadar menjadi tempat chill, melainkan bisa menjadi pendukung core business perseroan. Oleh karena itu, berbeda dengan kedai kopi pada umumnya, The Gade Coffe & Gold mengusung konsep yang bukan hanya sekadar menjadi tempat asyik untuk menikmati secangkir kopi, namun juga bisa melayani pengunjung berinvestasi emas atau transaksi produk dan layanan Pegadaian lainnya.
Damar menyebut, kehadiran The Gade Coffe & Gold ini berhasil mengubah wajah dan citra Pegadaian yang awalnya identik dengan kelas menengah ke bawah dan kuno menjadi lebih trendi dan gaul. Selain menambah kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi, The Gade Coffe & Gold menarik generasi muda untuk lebih akrab dan mengubah pemahaman mereka tentang Pegadaian. Alhasil, masyarakat lintas generasi kini tidak sungkan untuk menjadi nasabah. Tercatat, jumlah nasabah Pegadaian mencapai 10,53 juta orang per akhir April 2024. Angka ini, tumbuh 12,5% dari periode yang sama tahun lalu 9,36 juta nasabah.
"Dulu orang masih malu-malu kalau mau masuk ke Pegadaian karena citra kepepet itu. Sekarang karena mengusung konsep kafe, anak-anak muda jadi mau masuk dan lebih bisa mengenal Pegadaian," ucap Damar.
Kehadiran The Gade Coffee & Gold juga semakin menambah referensi cita rasa kopi khas Indonesia di kalangan para pecinta kopi di Ibu Kota. Selain tidak terlalu menguras kantong, kedai ini juga dilengkapi fasilitas buat nongkrong sekaligus bekerja yang lumayan lengkap karena tersedia Wi-Fi gratis.
Sebagai kedai kopi, The Gade Coffee & Gold menghadirkan beragam jenis kopi dari berbagai daerah di Nusantara. Hampir seluruh kopi hasil perkebunan kopi di Indonesia tersedia di sini, yang disajikan bergantian, tiga sampai empat jenis kopi setiap dua minggu. Kopi-kopi itu dikirim langsung dari petani kopi dari penjuru Nusantara.
Dari aneka ragam minuman maupun makanan yang tersusun di buku menu, ada satu menu yang menjadi ciri khas dan andalan di The Gade Coffee & Gold. Namanya adalah Van Leening Late, perpaduan kopi, susu, gula aren dan krimer yang disajikan dengan es batu.
Baca Juga: Beli Emas Bonus Mobil, Pegadaian Serahkan Reward Mobil Brio Kepada Nasabah Loyal
Damar menambahkan, menu Van Leening diambil dari nama bank yang didirikan di Batavia pada 20 Agustus 1749 berdasarkan keputusan Jenderal Van Imhoff. Bank Van Leening merupakan cikal bakal Pegadaian Indonesia. Saat itu, Bank Van Leening bertugas memberikan pinjaman kepada masyarakat Eropa, Asia dan Jawa dengan sistem gadai.
Posisi Bank Van Leening yang memonopil perkreditan di Nusantara, mengarahkannya pada bisnis pegadaian di tahun 1799. Van Leening membatasi barang gadai hanya berupa emas, perak, permata, kain dan perabotan rumah yang dapat disimpan dengan baik kurang lebih selama setahun. Agar sejarah tersebut tak terlupakan, nama Van Leening pun dijadikan nama komi andalan The Gade.
"Ada menu namanya, Van leening, ini adalah kopi yang dicampur susu dan gula aren. Kami angkat ini agar semakin berpikir, percaya diri, berinovasi, dan berani," tandasnya.
Catatkan Kinerja Positif
Di tengah usianya yang ke-123 tahun, Pegadaian juga berhasil mencatatkan kinerja yang positif hingga 30 April 2024. Pegadaian mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp1,85 triliun atau tumbuh 35% secara year on year (YoY). Hal ini ditopang peningkatan jumlah nasabah Pegadaian.
Adapun penyaluran pinjaman atau Outstanding Loan (OSL) Gross di Pegadaian tumbuh sebesar 20,6% YoY dari Rp60,3 triliun menjadi Rp72,7 triliun. Jumlah nasabah pun ikut naik 12,5%dari 9,36 juta nasabah di 30 April 2023 menjadi 10,53 juta nasabah di 30 April 2024.
Dari sisi rasio keuangan, kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) turun dari 1,98% di 30 April 2023 menjadi 1,26% di 30 April 2024, serta BOPO yang turut mengalami penurunan menjadi 62,70% dari 65,54% yoy.
Dari segi rasio profitabilitas, return on asset (ROA), yang dihitung menggunakan laba setelah pajak dibagi dengan rerata total aset, Pegadaian tumbuh dari 5,52% per 30 April 2023 menjadi 6,46% pada 30 April 2024.
Metrik penting lainnya, return on equity (ROE), menggunakan perhitungan laba setelah pajak dibagi dengan rata-rata ekuitas, Pegadaian juga meningkat menjadi 16,76% per 30 April 2024 dari periode yang sama tahun sebelumnya 14,11%.
Berita Terkait
-
Usai Lebaran, Harga Emas Pegadaian Kian Berkilau
-
Proses Cepat dan Praktis, Nasabah BRI Bayar Gadai Kendaraan Bisa Dari Rumah!
-
Menggelar Mudik Asyik 2024, PT Pegadaian Berangkatkan Ribuan Pemudik dari Jakarta
-
BRI Group Berangkatkan 12.173 Orang Mudik Asyik Bersama BUMN 2024
-
Masuk Usia 123 Tahun, Pegadaian Siap dengan Semangat Baru
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma