Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat kapabilitas digital melalui eksplorasi berbagai teknologi. Terbaru, perseroan menandatangani nota kesepahaman dengan Tencent Cloud dan Hi Cloud Indonesia pada Rabu, 17 April 2024. Penandatanganan dilakukan oleh Division Head Digital Banking Development and Operations BRI Kaspar Situmorang bersama Senior Vice President Tencent Cloud International Poshu Yeung dan Country Manager Hi Cloud Indonesia Prangki Tua.
Kerja sama ini bertujuan untuk memajukan inovasi layanan perbankan BRI melalui eksplorasi teknologi, dengan fokus pada peningkatan pelayanan dan pengalaman nasabah dalam bertransaksi.
Terkait dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, BRI terus berupaya menjalankan transformasi secara berkelanjutan. Transformasi difokuskan pada dua aspek utama, yakni digital & culture.
“Kami terus mencreate value baru melalui digitalisasi untuk menjalankan business model”, jelasnya.
Seperti diketahui, layanan perbankan saat ini dilakukan melalui beragam produk dan layanan keuangan digital. BRI pun dinilai berhasil menjawab kebutuhan dan perubahan pola transaksi masyarakat secara digital. Bahkan, saat ini 99% transaksi di BRI sudah dilakukan secara digital dan sisanya yakni sekitar 1% dilakukan melalui unit kerja atau kantor BRI.
Diharapkan melalui kolaborasi ini, BRI dapat memperkaya use case dan lesson learned guna mengembangkan kapabilitas digital, khususnya untuk memberikan pengalaman perbankan yang high tech dan high touch.
Senior Vice President Tencent Cloud International, Poshu Yeung mengatakan, Tencent Cloud senang untuk bermitra dengan BRI, karena pihaknya memiliki visi bersama untuk memimpin inovasi perbankan di Indonesia.
“Kami akan mengolaborasikan keahlian dan akses ke solusi berkualitas tinggi dan dapat diandalkan, dengan kapabilitas digital dan kekuatan jaringan fisik BRI. Kami berharap dapat membantu memastikan bahwa BRI tetap menjadi yang terdepan dalam inovasi teknologi di lanskap perbankan Indonesia," ujarnya.
Diketahui, Tencent Cloud dikenal dunia melalui keberhasilannya dalam pemanfaatan teknologi canggih seperti Generative AI, Large Language Model (LLM) hingga biometrik untuk pengembangan superapps mobile banking yang mendominasi pasar. Hi Cloud Indonesia, sebagai partner Tencent Cloud, memfasilitasi percepatan teknologi inovatif dan menjembatani kolaborasi antara Tencent Cloud dengan BRI.
Baca Juga: Lunasi Cicilan Gadai Anda Cepat dan Mudah dengan BRImo
Melalui eksplorasi kolektif ini, BRI mengeksplorasi potensi adopsi teknologi dan keberhasilan tersebut guna diimplementasikan pada berbagai produk dan layanan perbankan BRI, untuk meningkatkan user experience agar lebih mudah, aksesibel, efisien, dan aman.
Penandatanganan kemitraan ini menandai komitmen BRI untuk tetap berada di garis depan inovasi industri layanan perbankan Indonesia. Dengan menggabungkan pembelajaran kesuksesan Tencent dengan keahlian lokal, pemahaman pasar, dan kemampuan adopsi BRI, kemitraan ini akan mendorong penciptaan dan pengembangan layanan perbankan yang bukan hanya menjawab kebutuhan, tapi juga menawarkan pengalaman baru bagi nasabah.
Berita Terkait
-
Dear Anak Muda, Begini Cara Buat Karya Digital Agar Tetap Menghargai Hak Cipta
-
Dukung UMKM Go Ekspor, BRI Berangkatkan UMKM Kopi Bandung Gravfarm Ikuti Expo di Amerika Serikat
-
Belanja di Wilio dan Dapatkan Diskon 40 Persen Khusus Nasabah BRI!
-
Wujudkan Rumah Impian dengan Promo KPR BRI: Suku Bunga Ringan Berjenjang!
-
Cara Mengajukan Kartu Debit Virtual BRI Lewat BRImo, Syaratnya Mudah!
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026