Suara.com - Harga saham nikel mengalami kenaikan signifikan di tengah kerusuhan yang terjadi di Kaledonia Baru, salah satu produsen nikel terbesar dunia. Kenaikan harga ini dipicu oleh kekhawatiran akan gangguan pasokan nikel akibat kerusuhan tersebut.
Menurut data Bloomberg, harga nikel berjangka di London Metal Exchange (LME) melonjak 6,44% ke posisi USD 21.019 per ton pada hari Jumat (17/5/2024). Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu satu minggu.
Kondisi ini juga membuat sejumlah saham nikel di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terkerek naik pada hari ini Senin (20/5/2024). Salah satunya saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat signifikan 2,16% atau naik 40 poin ke 1.660 dari harga pembukaan di 1.645.
Begitu juga dengan harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melesat 7,52% ke 5.525 naik 335 poin dari harga pembukaan di 4.890. Saham BUMN lainnya seperti PT Timah Tbk (TINS) juga ikutan terbang pada hari ini di 995 dengan menguat 2,56% atau naik 25 poin ke 1.000 dari harga pembukaan di 990.
Selanjutnya ada saham PT Central Omega Resources Tbk (DFKT) yang naik 3 poin ke atau menguat 2,88% ke 108 dari harga pembukaan di 106. Kemudian juga ada saham PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) yang naik 18 poin atau menguat 3,98% ke 470 dari harga pembukaan 452.
Asal tahu saja kenaikan harga nikel ini dipicu oleh kerusuhan yang terjadi di Kaledonia Baru sejak pekan lalu. Kerusuhan ini dipicu oleh perubahan aturan pemungutan suara untuk referendum kemerdekaan yang dijadwalkan pada tahun 2024.
Kerusuhan tersebut telah menyebabkan beberapa tambang nikel di Kaledonia Baru ditutup, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu pasokan nikel global.
Nikel merupakan bahan baku penting untuk pembuatan baterai kendaraan listrik, sehingga permintaan terhadap nikel diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.
Baca Juga: Kerusuhan di Kaledonia Baru Picu Kenaikan Harga Nikel
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI