- Local Media Community mengadakan diskusi keberlanjutan media lokal di Hotel Prime Park Pekanbaru pada 10 Agustus 2026.
- Acara tersebut dihadiri oleh empat puluh enam pimpinan media dari empat provinsi guna membahas tantangan bisnis digital.
- Para peserta sepakat melakukan kolaborasi lintas media dan transformasi konten demi menyelamatkan eksistensi pers lokal.
Suara.com - Kondisi ekosistem media lokal di tanah air saat ini di mana terdapat banyak tantangan, membuat puluhan pimpinan media lokal resah dan berusaha menemukan jalan keluar bersama. Salah satunya, mereka hadir dalam acara diskusi bertajuk "Keberlanjutan Media dan Ekosistem" yang digelar oleh Local Media Community (LMC) di Prime Park Hotel, Pekanbaru, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Acara ini dihadiri oleh para pimpinan media lokal —baik selaku CEO, owner, Pemimpin Redaksi, maupun Wakil Pemimpin Redaksi— dari setidaknya empat provinsi di Sumatera (Riau, Kepri, Sumbar dan Jambi). Tercatat total sebanyak 46 peserta yang teregistrasi hadir dalam diskusi strategis ini, yang dimulai sejak pukul 13.00 dengan diawali makan siang bersama.
Ekosistem media yang dirasa tengah berada pada titik kritis, menjadi fokus utama diskusi hari itu. Tantangan yang dibicarakan antara lain adalah kondisi bisnis yang menurun akibat perubahan perilaku audiens, tantangan distribusi konten, disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga kompleksitas regulasi yang kian membebani.
Dalam sesi pemaparan lanskap bisnis media, Suwarjono selaku Pemimpin Redaksi Suara.com yang juga salah satu inisiator LMC, menyoroti bagaimana trafik media digital konvensional mengalami tekanan, sementara penggunaan media sosial dan platform berbasis video terus melonjak secara agresif.
“Kondisi ini menuntut newsroom bertransformasi dari sekadar mengandalkan homepage website, menuju pendekatan multi-platform yang berbasis komunitas, kepercayaan (trust), dan kedalaman konten lokal (local intelligence hub),” paparnya.
Sejumlah pimpinan media yang hadir menyambut baik ruang diskusi ini, bahkan turut buka-bukaan membedah realitas di lapangan. Ketergantungan finansial yang masih tinggi pada sumber-sumber tradisional, seperti iklan pemerintah, menjadi salah satu topik hangat yang mengemuka.
"Ini menarik, kalau memang masih banyak peluang revenue lain yang bisa didapatkan. Sebab kita media daerah selama ini memang masih banyak bergantung pada sumber pendapatan tradisional, salah satunya dari pemerintah daerah,” kata Ahmad, salah seorang peserta diskusi.
Kesadaran untuk beradaptasi dengan era digital juga menjadi sorotan utama para peserta. Transformasi konten ke ranah media sosial dinilai bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjangkau audiens yang kian dinamis.
"Era media sosial memang menuntut kita mau tak mau lebih banyak berinovasi dan eksplorasi untuk konten dan produknya. Memaksimalkan konten video pendek misalnya, kami sendiri sudah memulai juga, tapi belum begitu maksimal,” ujar Hermanto, pimpinan media berbasis di Pekanbaru.
Membangun Kolaborasi, Menyelamatkan Eksistensi Media
Selain membahas strategi diversifikasi pendapatan di luar iklan konvensional (beyond advertising dan beyond media), diskusi interaktif melalui sesi breakout dan rekomendasi langkah lanjutan (next steps) ini pun menekankan pentingnya solidaritas antar-pengelola media.
Salah satunya adalah bahwa dalam menghadapi ketatnya ekosistem digital dan lanskap bisnis yang kian kompetitif, kolaborasi lintas media daerah dinilai justru bisa menjadi kunci utama agar industri pers lokal tetap tangguh dan berdaulat.
"Tampaknya kita memang harus merapatkan barisan, terus-menerus berkoordinasi, dan jika bisa sering berkolaborasi, demi menyelamatkan eksistensi kita sebagai media," ucap Satria, salah satu peserta yang bersepakat dengan poin itu.
Pada intinya, melalui kegiatan diskusi intensif ini, LMC bersama para pimpinan media lokal berharap bahwa langkah konsolidasi, penguatan standar etika, serta optimalisasi aset digital dapat menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan media daerah di masa depan. Diskusi di Pekanbaru sendiri bukan satu-satunya, karena selang dua hari yaitu pada Rabu 12 Agustus, diskusi serupa juga digelar di Makassar dan wilayah sekitarnya, serta keesokan harinya di Surabaya untuk perwakilan media dari Jawa Timur dan sekitarnya.
Berita Terkait
-
Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah
-
Banten Media Hub 2026 Dorong Keberlanjutan Media Lokal di Tengah Perubahan Digital
-
Banten Media Hub 2026: Saatnya Media Lokal Mencari Sumber Pendapatan Baru
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Jateng Media Summit 2026 Jadi Momentum Transformasi Media Lokal | Video Highlight
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia