Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore awal pekan ini, Senin (9/9/2024) terperosok masuk zona merah setela ditutup turun -0,25% atau terpangkas -19 basis point di level 7.702.
Melemahnya indeks saham ini juga diikuti dengan amblesnya nilai tukar rupiah pada hari yang sama. Rupiah ditutup tergelincir 78 poin atau 0,51 persen menjadi Rp15.456 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.378 per dolar AS.
Mengutip data RTI, IHSG bergerak dari batas bawah di level 7.654 hingga batas atas pada level 7.748 setelah dibuka pada level 7.721.
Sebanyak 236 saham naik, 353 saham turun dan 211 saham stagnan.
Hanya dua indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan sembilan indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral yang berhasil menguat adalah sektor properti yang naik 1,91% dan sektor barang konsumen non primer yang naik 0,14%.
Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor kesehatan yang turun 0,97%, sektor energi turun 0,62% dan sektor barang konsumen primer yang turun 0,57%.
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 18,61 miliar saham dengan total nilai Rp 10,74 triliun.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; FMII Naik 49 point atau menguat 35,00% ke level 189. VOKS menguat 34,73% atau naik 66 point ke level 256. KICI Naik 42 point atau menguat 33,33% ke level 168. MLPT Naik 460 point atau menguat 24,86% ke level 2.310. DATA Naik 100 point atau menguat 20,40% ke level 590.
Baca Juga: Rupiah Anjlok Awal Pekan Ini, Melemah 0,51 Persen
Saham-saham yang tergolong top losser antara lain; GEMA turun -60 point atau melemah -18,40% ke level 266. SNLK melemah -17,88% atau koreksi -110 point ke level 505. BINO terkoreksi -52 point atau melemah -16,66% ke level 260. ALKA turun -76 point atau melemah -15,96% ke level 400. SILO melemah -500 point atau turun -14,49% ke level 2.950.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya