Suara.com - Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) mengunjungi Pabrik Baja Terpadu KRAKATAU POSCO di Cilegon untuk mengamati fasilitas produksinya dan berdiskusi tentang isu-isu terkini terkait regulasi anti-dumping serta strategi untuk menyeimbangkan produksi baja dalam negeri dan impor, yang saat ini sedang dalam tinjauan akhir (sunset review).
Ketua KADI, Danang, didampingi oleh dua anggota KADI lainnya, mengunjungi fasilitas produksi blast furnace, hot-rolled coil, dan plat di KRAKATAU POSCO. Selama kunjungan ini, mereka mengadakan sesi tanya jawab dengan tim manajemen KRAKATAU POSCO untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang proses dan peralatan produksi.
Dalam pertemuan berikutnya, Presiden Direktur KRAKATAU POSCO, Jung Bum-Su, menyampaikan apresiasinya atas upaya berkelanjutan KADI dalam mendukung industri baja dalam negeri.
Beliau menekankan pentingnya penyelesaian yang tepat waktu untuk tinjauan akhir yang sedang berlangsung terkait produk hot-rolled coil dan plat. Tugas ini sangat penting untuk menjaga persaingan pasar yang adil, dengan tinjauan yang sedang dilakukan untuk menentukan apakah tarif anti-dumping yang baru saja habis masa berlakunya perlu diperpanjang untuk melindungi industri.
Jung Bum-Su juga menyoroti perkembangan terbaru dalam industri baja dalam negeri, termasuk peluncuran pabrik hot-rolled baru, yang diproyeksikan akan menambah kapasitas produksi yang signifikan. Ekspansi ini menghadirkan peluang dan tantangan bagi industri, terutama dalam mengelola pasokan pasar dan menjaga persaingan yang sehat.
"Kami telah mengamati bahwa perlindungan melalui instrumen Anti-Dumping (AD) telah menjadi tren di beberapa negara besar. Ketika satu negara menerapkan AD terhadap negara lain yang melakukan dumping, negara pengekspor cenderung beralih ke negara lain yang pengenaan AD-nya tidak seketat itu. Komitmen dan prioritas utama KADI saat ini adalah melindungi industri dalam negeri," kata Ketua KADI, Danang ditulis Jumat (13/9/2024).
Sebagai penutup, Jung Bum-Su menegaskan kembali komitmen KRAKATAU POSCO untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah Indonesia dan industri terkait, guna mendorong sektor baja dalam negeri yang kompetitif.
KRAKATAU POSCO tetap sejalan dengan tujuan Asosiasi Besi dan Baja Indonesia (The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat produksi lokal, sehingga memastikan bahwa produsen dalam negeri dapat berkembang di pasar global yang semakin kompetitif.
Sejalan dengan upaya ini, KRAKATAU POSCO berpartisipasi dalam forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Indonesia pada tanggal 29 Agustus di Jakarta, di mana strategi untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dibahas.
Baca Juga: Krakatau Posco Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui MoU Pengolahan Slag Baja untuk Pertanian
KRAKATAU POSCO, bersama dengan pemimpin industri lainnya, menekankan pentingnya langkah-langkah kolaboratif untuk meningkatkan daya saing domestik dan mengurangi ketergantungan pada produk baja impor.
Perusahaan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan industri dalam seminar mendatang bertajuk "Memperkuat Daya Saing Industri Baja Indonesia." Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pekerjaan Umum, dan dijadwalkan akan berlangsung pada akhir bulan ini.
Dengan berfokus pada inisiatif kolaboratif ini, KRAKATAU POSCO berupaya untuk berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang dan ketahanan industri baja Indonesia, memastikan pasar yang seimbang dan adil bagi semua pelaku industri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo