Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), melalui Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat, berikan program Aksi Bersama Pencegahan dan Mitigasi Bencana Untuk Lingkungan yang Berkelanjutan (ARAHAN) pada SMA Negeri 1 Tayan Hilir melalui simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sekretaris Perusahaan ANTAM, Syarif Faisal Alkadrie menegaskan, program ARAHAN ini merupakan bentuk dukungan ANTAM terhadap pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di Kabupaten Sanggau yang tercatat memiliki risiko bencana tinggi.
Ini merupakan komitmen ANTAM terhadap penguatan masyarakat dalam menghadapi bencana. Melihat berdasarkan laporan kajian risiko Provinsi Kalimantan Barat 2022-2026, daerah ini rentan terhadap bencana seperti kebakaran hutan, banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, dan longsor.
“Melalui program ARAHAN, kami berharap masyarakat, termasuk generasi muda, dapat lebih siap menghadapi potensi bencana. Kerjasama antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan manajemen bencana,” ungkap Syarif.
Program ini tidak hanya untuk kalangan pelajar. Karena, pada 18 September 2024, ANTAM juga mengadakan kegiatan serupa bersama kelompok Mamalam, yang fokus pada kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan.
Syarif mengatakan, dengan program ARAHAN, ANTAM tidak hanya berfokus pada bisnis pertambangan, tetapi juga berupaya meningkatkan kesadaran dan ketangguhan masyarakat sekitar dalam menghadapi ancaman bencana. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik-praktik Environment, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan.
“Kami optimis, kontribusi ANTAM melalui program ini dapat membantu masyarakat dalam merespons bencana secara cepat dan tepat,” tutup Syarif.
Informasi tambahan, ANTAM juga memasang papan tanda peringatan di area rawan bencana seperti di Desa Tanjung Bunut dan Dusun Cingka, guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Program Sharp Class Ciptakan Generasi Unggul
Berita Terkait
-
Catatkan Kinerja Solid, Bank Raya Salurkan Kredit Digital Senilai Rp 8,1 Triliun di Kuartal II/2024
-
Ulang Tahun ke-35, Bank Raya Luncurkan Berbagai Inovasi untuk Permudah Transaksi Nasabah
-
Fleksing di Tengah Rakyat Kelaparan, Zulkifli Hasan 'Dibayangi' Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil Pilu
-
Fantastis ! Aset Bank Mandiri Tumbuh 46% sejak 2020, Tegaskan Peran BUMN dalam Pembangunan Ekonomi
-
Aset Pegadaian Terus Meningkat, Akhir Tahun 2024 Diprediksi Tembus Rp 100 Triliun
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu