Suara.com - Solusi Monitoring Indonesia, sebagai penyedia solusi sensor/penginderaan jauh IoT di Indonesia, melakukan kemitraan strategis dengan Geotab, pemimpin global dalam solusi transportasi terhubung.
Kolaborasi ini akan memberdayakan dunia usaha di Indonesia untuk mengoptimalkan operasional armada mereka, meningkatkan keselamatan dan mencapai tujuan keberlanjutan.
Melalui kemitraan ini, Solusi Monitoring Indonesia akan memanfaatkan platform telematika canggih dan keahlian Geotab yang luas untuk memberikan solusi manajemen armada yang komprehensif kepada pelanggan.
Dengan mengintegrasikan teknologi Geotab, pelanggan akan mendapatkan akses ke data dan informasi secara real-time, serta memungkinkan mereka mengambil keputusan yang tepat, meningkatkan efisiensi biaya, kinerja serta keselamatan armada secara keseluruhan.
“Kami percaya kemitraan ini akan menambah lini layanan kami kepada pelanggan yang sudah ada di industri pertambangan dengan menggabungkan penginderaan jarak jauh dan IoT dengan aplikasi telematika, sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan keamanan. Pada saat yang sama, pelanggan industri diluar pertambangan seperti Migas, Logistic dan sektor lain juga akan mendapatkan keuntungan dari solusi ini." kata Sudaryono Widodo, Direktur, PT. Solusi Monitoring Indonesia ditulis Senin (11/11/2024).
“Bermitra dengan Solusi Monitoring Indonesia menandai langkah maju yang signifikan dalam misi kami untuk memberdayakan bisnis dengan solusi manajemen armada yang inovatif. Perusahaan-perusahaan Indonesia dapat memperoleh manfaat dari instalasi, dukungan dan pelatihan yang dikelola secara lokal, serta manajemen hubungan yang proaktif. Bersama-sama, kami berkomitmen untuk menyediakan alat yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan serta mendorong armada yang lebih ramah lingkungan”. kata David Brown, Associate Vice President, Geotab APAC.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026