Suara.com - Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai ambil bagian dalam menjalankan proyek pembangunan 3 juta rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sejak beberapa waktu lalu, berbagai perusahaan plat merah di sektor konstruksi dan properti mulai merapatkan barisan, bersiap menyukseskan program ambisius ini.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Timah Karya Persada Properti (Timah Properti) menjadi dua BUMN terbaru yang ikut dalam megaproyek ini, dengan fokus pada pembangunan perumahan di Kota Bekasi.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang terjalin pada Februari lalu. SIG, melalui portofolio bisnis SobatBangun, dipercaya untuk menyediakan jasa konstruksi dan pasokan bahan bangunan ramah lingkungan untuk 53 unit rumah tipe 60 dan VAR (bervariasi sesuai kebutuhan konsumen) di Cluster Alexandrite, kota Bekasi.
Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, menjelaskan peran vital perusahaan dalam proyek ini. "SIG bangga dapat berkolaborasi dengan Timah Properti dalam proyek ini dan berkontribusi dalam mendukung program 3 juta rumah," ujar Vita kepada wartawan, Rabu (18/6/2025).
Dalam proyek ini SIG menyediakan layanan jasa konstruksi, termasuk penentuan dan pengikutsertaan mitra kontraktor SobatBangun dalam tender, serta layanan pemantauan pelaksanaan proyek.
Hingga Mei 2025, SIG telah memasok 2.257 zak semen dan 315 m³ beton siap pakai. Pembangunan Cluster Alexandrite telah dimulai sejak Februari 2025 dengan progres pengerjaan mencapai 30% dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Estimasi total bahan bangunan yang akan dipasok SIG hingga akhir proyek mencapai 6.318 zak semen dan 1.136 m³ beton siap pakai.
Abdul Kamaroes, Direktur Utama Timah Properti, menyambut baik kerja sama ini. "Kerja sama antara Timah Properti dengan SIG di bidang jasa konstruksi dan penyediaan bahan bangunan memberikan nilai bersama bagi kedua belah pihak, khususnya bagi Timah Properti, karena kerja sama ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pekerjaan rumah dan infrastruktur di Cluster Alexandrite," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan bahan bangunan utama seperti semen dan beton siap pakai.
Baca Juga: FIFA Tetapkan Jakarta Jadi Pusat Kawasan Asia, Ini Respon Erick Thohir
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmen Kementerian BUMN dan BUMN dalam mendukung percepatan program tiga juta rumah yang dicanangkan Prabowo.
Erick menyatakan, Kementerian BUMN siap menjadi sistem pendukung utama untuk memastikan program tersebut berjalan dengan sukses.
"Visi Bapak Presiden jelas, bagaimana program tiga juta rumah harus sukses. Sekarang tinggal misinya yang ada di Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman) dan saya di Kementerian BUMN sebagai supporting system," ujar Erick usai rapat koordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di kantor Kementerian BUMN, Jakarta beberapa waktu lalu.
Erick menegaskan, sinergi lintas kementerian dan kolaborasi dengan sektor swasta merupakan kunci percepatan program tersebut. Erick mengaku, sangat terbantu dengan langkah cepat Ara yang membawa para pelaku usaha sektor swasta untuk membantu BUMN menyukseskan pembangunan tiga juta rumah.
"Saya sudah berkali-kali sampaikan ketika kerja sama dengan Kementerian terkait, apalagi dengan langkah Pak Ara yang cepat sekali bermanuver dan memberikan solusi, kami sebagai supporting system pemerintah merasa dimudahkan. Apalagi kalau ekosistemnya bisa disinambungkan," ucap Erick.
Erick optimistis program tiga juta rumah dapat terealisasi dengan kerja sama BUMN, swasta, dan juga akan ada dukungan dari Bank Indonesia. Erick menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun ekosistem pendanaan yang terjangkau untuk semakin memudahkan realisasi program tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun