- Harga emas Antam per gram pada 4 Maret 2026 turun Rp77.000 menjadi Rp3.045.000; harga beli kembali juga turun Rp107.000.
- Harga emas dunia tertekan oleh menguatnya Dolar AS dan berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
- Volatilitas harga emas jangka pendek diprediksi berlanjut akibat penguatan dolar, imbal hasil obligasi, dan risiko geopolitik.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 4 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.045.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu turun tajam Rp 77.000 dibandingkan hari Selasa, 3 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.794.000 per gram.
Harga buyback itu juga ambruk Rp 107.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.576.431
- Emas 1 Gram Rp 3.052.613
- Emas 2 gram Rp 6.045.075
- Emas 3 gram Rp 9.042.550
- Emas 5 gram Rp 15.037.500
- Emas 10 gram Rp 30.019.863
- Emas 25 gram Rp 74.923.843
- Emas 50 gram Rp 149.768.488
- Emas 100 gram Rp 299.458.780
- Emas 250 gram Rp 748.381.288
- Emas 500 gram Rp 1.496.552.050
- Emas 1.000 gram Rp 2.993.064.000
Harga Emas Dunia Merosot
Harga emas dunia kembali tertekan pada awal perdagangan sesi Asia, Rabu. Mengutip laporan FXStreet, emas dengan kode XAU/USD menghadapi tekanan jual di dekat level 5.100 dolar AS per troy ounce.
Pelemahan logam mulia ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS (USD) serta memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Kompak Anjlok Hari Ini, Saatnya Borong Emas Galeri 24?
Kekhawatiran inflasi kembali mencuat seiring kenaikan harga minyak global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Dolar AS pun menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Penguatan greenback membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga menekan permintaan.
Pasar saat ini sebagian besar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap hingga musim panas. Hal ini terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mendorong adanya penurunan suku bunga.
Fokus investor berikutnya tertuju pada rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM AS yang dijadwalkan terbit Rabu sore waktu setempat. Data tersebut berpotensi memberi gambaran baru terkait arah kebijakan moneter The Fed.
"Penurunan harga emas tampaknya didorong oleh pelarian menuju likuiditas - pelarian menuju uang tunai. Kita memiliki dolar yang kuat dan imbal hasil obligasi yang diperdagangkan lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Meski demikian, tekanan terhadap emas dinilai berpotensi bersifat sementara. Risiko geopolitik yang meningkat dapat kembali mendorong arus dana ke aset safe haven seperti emas.
Ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang dipantau pasar. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan seluruh personel telah dipastikan keberadaannya setelah sebuah drone menghantam halaman konsulat AS di Dubai, sebagaimana dilaporkan CNN.
Sebelumnya, AS menutup kedutaan besarnya di Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon serta memperingatkan warga Amerika untuk meninggalkan sejumlah negara di kawasan tersebut. Di sisi lain, militer Israel dilaporkan melakukan invasi darat baru ke Lebanon selatan untuk menghancurkan Hizbullah dan meningkatkan serangan udara.
Dengan kombinasi dolar AS yang perkasa, imbal hasil obligasi yang tinggi, serta ketidakpastian geopolitik, pergerakan harga emas dalam jangka pendek diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan