- Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 24 Maret 2026, tercatat Rp 2.843.000, sementara harga buyback turun Rp 80.000.
- Harga emas Antam belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
- Harga emas dunia menguat mendekati $4.440/ons setelah Presiden Trump menarik ancaman terhadap infrastruktur listrik Iran.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 24 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.843.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu tak bergerak dibandingkan Senin, 23 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.480.000 per gram.
Harga buyback itu justru anjlok Rp 80.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.475.179
- Emas 1 Gram Rp 2.850.108
- Emas 2 gram Rp 5.640.065
- Emas 3 gram Rp 8.435.035
- Emas 5 gram Rp 14.024.975
- Emas 10 gram Rp 27.994.813
- Emas 25 gram Rp 69.861.218
- Emas 50 gram Rp 139.643.238
- Emas 100 gram Rp 279.208.280
- Emas 250 gram Rp 697.755.038
- Emas 500 gram Rp 1.395.299.550
- Emas 1.000 gram Rp 2.790.559.000
Harga Emas Dunia Bangkit
Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan awal sesi Asia, Selasa, setelah sebelumnya sempat tertekan. Logam mulia ini kini mendekati level 4.440 dolar AS per troy ons.
Mengutip FXStreet, penguatan ini terjadi setelah harga emas sempat jatuh ke titik terendah sepanjang 2026 di kisaran 4.100 dolar AS. Pemulihan dipicu oleh langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menarik ancaman untuk menghancurkan infrastruktur listrik Iran, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek.
Baca Juga: Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
Laporan Bloomberg pada Senin malam menyebutkan, Trump bahkan menawarkan penangguhan selama lima hari kepada Iran, seiring adanya pembicaraan baru dengan Teheran yang diyakini dapat menghasilkan kesepakatan damai.
Sikap ini berbalik dari sebelumnya, ketika Trump sempat memberi ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz hingga Senin malam waktu New York.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan di Timur Tengah. Pasalnya, eskalasi konflik antara AS dan Iran tetap berpotensi memicu lonjakan inflasi dan harga energi, yang dapat memengaruhi pergerakan emas.
"Prospek kenaikan suku bunga sebagai akibat dari perang dapat mendorong minat investor terhadap obligasi pemerintah , dengan mengorbankan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil," kata para ahli strategi.
Di sisi lain, permintaan emas global juga mendapat dorongan dari China. Cadangan emas resmi negara tersebut tercatat mencapai rekor 2.309 ton, setelah pembelian beruntun selama 16 bulan oleh Bank Rakyat China (PBoC).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada