Bisnis / Keuangan
Senin, 23 Maret 2026 | 11:46 WIB
Ilustrasi logam mulia. (Antara/Aditya Pradana Putra/foc/pri)
Baca 10 detik
  • Harga emas dunia ditutup melemah, mencapai $4.497,37 per troy ons, menekan harga domestik ke Rp2.893.000/gram.
  • Pengamat memprediksi support emas dunia di $4.423,06; jika berlanjut, domestik bisa menyentuh Rp2.800.000/gram.
  • Level resistensi emas global diproyeksikan mencapai $4.559,86, berpotensi membawa harga domestik ke Rp2.920.000/gram.

Suara.com - Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan terakhir. Hal ini memicu tekanan lanjutan pada harga logam mulia di pasar domestik.

Pelemahan ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek, meski peluang penguatan tetap terbuka.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan harga emas dunia ditutup di level sekitar 4.497,37 dolar As per troy ons. Sedangkan, harga emas batangan di dalam negeri turun ke kisaran Rp2.893.000 per gram.

“Kalau dalam transaksi hari Senin mengalami koreksi, maka support pertama emas dunia berada di 4.423,06 dolar AS per troy ons. Untuk logam mulia di dalam negeri sekitar Rp2.840.000 per gram,” ujarnya dalam analisisnya, Senin (23/3/2026).

Ibrahim menjelaskan, apabila tekanan berlanjut, harga emas berpotensi turun ke level support berikutnya. Untuk pasar global, level support kedua diperkirakan berada di kisaran 4.319 dolar AS per troy ons. Hal ini membuat harga emas dalam negeri juga bisa turun.

"Harga emas domestik bisa menyentuh Rp2.800.000 per gram," katanya.

Harga emas dunia.

Menurutnya, pergerakan harga emas dalam waktu dekat juga akan dipengaruhi oleh dinamika nilai tukar rupiah. Penguatan rupiah secara terbatas berpotensi menahan laju kenaikan harga emas di pasar lokal.

Meski dalam tren melemah, Ibrahim melihat peluang penguatan harga emas tetap ada jika sentimen pasar berubah.

Ia memproyeksikan level resistensi pertama emas dunia berada di 4.559,86 dolar AS per troy ons, yang dapat mendorong harga logam mulia domestik naik ke sekitar Rp2.920.000 per gram.

Baca Juga: Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram

Jika, penguatan berlanjut dalam sepekan, harga emas dunia berpotensi menyentuh level resistensi kedua di 4.681,50 dolar AS per troy ons. Perhitungannya membuag harga logam mulia domestik diperkirakan mencapai Rp2.980.000 per gram.

“Dalam satu minggu ke depan, ada kemungkinan besar harga logam mulia masih berada di bawah Rp3.000.000 per gram, yakni di kisaran Rp2.980.000,” jelasnya.

Kendati mengalami tekanan, Ibrahim tetap optimistis terhadap prospek emas ke depan. Ia menilai penurunan harga saat ini bersifat sementara dan lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal serta sentimen pasar jangka pendek.

“Walaupun saat ini turun, saya masih optimistis harga emas dunia dan logam mulia akan kembali menguat, tinggal menunggu momentum saja,” katanya.

Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, pelaku pasar diimbau untuk mencermati level teknikal serta perkembangan global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Load More