- IHSG ditutup melemah 1,89 persen pada Kamis, 26 Maret 2026, akibat aksi ambil untung terkait isu geopolitik AS-Iran.
- Pemerintah merespons dengan menambah penempatan dana Rp100 triliun ke perbankan demi menjaga stabilitas likuiditas nasional.
- Meskipun IHSG melemah, nilai tukar rupiah justru menguat mencapai Rp16.904 per dolar AS di pasar spot.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026. Indeks terseret aksi ambil untung (profit taking) di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG turun 1,89 persen ke level 7.164, setelah sehari sebelumnya mencatatkan penguatan signifikan.
Tekanan terhadap IHSG dipicu oleh aksi profit taking di tengah ketidakjelasan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan yang saling bertolak belakang dari kedua negara dalam 48 jam terakhir menambah ketidakpastian di pasar.
AS menyebut perundingan telah berlangsung, sementara Iran membantah adanya komunikasi langsung. Bahkan, Iran menegaskan tidak berniat melakukan negosiasi, meski terdapat pertukaran proposal melalui mediator.
Sentimen tersebut juga tercermin di pasar global. Bursa saham Asia ditutup bervariasi, sementara bursa Eropa dibuka melemah.
Di dalam negeri, nilai tukar rupiah justru menunjukkan penguatan. Rupiah ditutup di level Rp16.904 per dolar AS di pasar spot, berlawanan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.
Dari sisi sektoral, sektor energi menjadi yang paling tertekan, sedangkan sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatatkan penguatan.
Secara teknikal, tekanan pada IHSG mulai mereda meski masih berada di zona negatif. Indikator MACD menunjukkan histogram negatif yang menyempit, sementara Stochastic RSI bergerak menuju area pivot.
"IHSG masih bertahan di atas MA5 dan diperkirakan bergerak sideways pada kisaran level 7.050–7.250,” tulis Phintraco.
Baca Juga: IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah
Phintraco juga mencatat level resistance IHSG berada di 7.300, pivot di 7.200, serta support di 7.050.
Di sisi lain, pemerintah mengambil langkah menjaga stabilitas likuiditas. Menteri Keuangan menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun ke perbankan, sehingga total dana pemerintah yang ditempatkan mencapai sekitar Rp300 triliun.
Kebijakan ini dilakukan di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia, dengan skema yang fleksibel dan dapat ditarik sewaktu-waktu.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 29,61 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 32,33 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,70 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 302 saham bergerak naik, sedangkan 401 saham mengalami penurunan, dan 256 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, AYLS, KUAS, TALF, SSTM, SOTS, FUJI, IOTF, FITT, NASI, GIAA, BESS, YPAS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ROCK, DEFI, INDS, ICON, ARTA, FILM, LCKM, ARKO, IFSH, FOOD, TIRT.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa