- IHSG melemah signifikan pada Rabu, 26 Maret 2026, terkoreksi 1,21 persen ke level 7.214 akibat sentimen geopolitik global.
- Penolakan proposal perdamaian Iran-AS meningkatkan ketegangan global, memicu volatilitas dan menekan indeks saham domestik.
- Secara teknikal, IHSG menembus level support psikologis 7.300, diperkirakan bergerak terbatas di sesi kedua.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah pada sesi pertama perdagangan Rabu, 26 Maret 2026. Tekanan dari sentimen global membuat pergerakan indeks cenderung melemah sejak pembukaan.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG tercatat turun 1,21 persen atau terkoreksi 88,037 poin ke level 7.214 pada akhir sesi I.
Pergerakan IHSG masih dibayangi ketidakpastian global, terutama setelah Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat. Penolakan tersebut mempertegas perbedaan sikap antara Washington dan Teheran, sekaligus meningkatkan eskalasi ketegangan geopolitik.
Kondisi ini memicu volatilitas di pasar global dan berdampak pada pergerakan indeks saham domestik.
Secara teknikal, tekanan terhadap IHSG juga semakin terlihat. Indeks tercatat telah menembus ke bawah level support psikologis di 7.300.
"Di sisi teknikal, IHSG tercatat telah breaklow level support psikologis 7300, dengan histogram MACD yang berada di area negatif dan menunjukkan pelebaran," tulis Phintraco.
Dengan mempertimbangkan faktor global dan teknikal tersebut, pergerakan IHSG pada sesi kedua diperkirakan masih terbatas.
"Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 7.200–7.300 pada sesi kedua perdagangan hari ini," tulis Phintraco Sekuritas
Trafik Perdagangan
Baca Juga: IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 18,48 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 25,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,02 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 311 saham bergerak naik, sedangkan 371 saham mengalami penurunan, dan 276 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada diantaranya, TALF, SSTM, POLI, GIAA, ESTI, SOTS, BELL, NASI, KUAS, AYLS, MTMH.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ROCK, INDS, ICON, LCKM, ARTA, WOWS, FILM, RUNS, SOUL, SNLK, MSIE.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal
-
Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026
-
Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
-
Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir
-
6 Ide Usaha Modal Rp1 Juta untuk Ibu Rumah Tangga Paling Cuan
-
Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari
-
Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896