- BPI Danantara menyatakan kinerja keuangan Garuda Indonesia tertekan akibat konflik Amerika-Iran serta pelemahan nilai tukar rupiah.
- Sahala Situmorang menegaskan BPI Danantara berkomitmen memberikan dukungan finansial dan strategi mitigasi bagi maskapai Garuda Indonesia.
- Garuda Indonesia berhasil menekan rugi bersih dan meningkatkan pendapatan operasional pada kuartal pertama tahun 2026 secara signifikan.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menilai seretnya kinerja Garuda Indonesia bukan tanpa sebab. Dua penyebab utama yaitu perang Amerika Serikat dan Iran serta buruknya nilai tukar rupiah.
Managing Director Finance Danantara Asset Mannagement, Sahala Situmorang, mengatakan pihaknya telah berbincang dengan manajemen Garuda Indonesia untuk mengatasi masalah ini, terutama, dari sisi kinerja keuangan.
Sebab, perang hingga nilai tukar rupiah melemah langsung menghantam sisi arus kas. Akan tetapi, Danantara akan tetap berada di sisi Garuda Indonesia untuk membantu secara finansial.
"Tetapi yang pasti, kami ada di sana untuk mendukung Garuda," ujarnya dalam diskusi Fitch on Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Atas Perang ini juga, Danantara mulai berdiskusi dengan para pemikir strategi untuk menganalisa strategi apa untuk menghadapi dua persoalan ini dalam pengelolaan BUMN
"Kami berbicara dengan para ekonom kami, apa skenario terburuknya, dan kami meminta mereka untuk menjalankan analisis sensitivitas tersebut. Jadi begitulah cara kami mengelola portofolio kami,” ucap Sahala.
Selain itu, Danantara juga melakukan serangkaian tes terhadap strategi yang dijalankan oleh BUMN dalam menghadapi perang hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
"Dan perang ini dimulai mungkin satu atau dua bulan yang lalu, kemudian kami mulai melakukan uji stres. Tentu saja, uji stresnya sedikit berbeda," katanya.
Kinerja Garuda
Baca Juga: Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mulai menata kembali kinerja keuangan ke level positif. Hal ini tercermin dari rugi bersih turun menjadi 41,62 juta dolar AS pada Kuartal I-2026 atau berkurang 45,19 persen secara tahunan.
Dalam laporan keuangannya yang dikutip dari keterbukaan infromasi, Kamis (23/4/2026), maskapai pelat merah itu meraih pendapatan secara konsolidasi sebesar 762,35 juta dolar AS atau melonjak 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan permintaan penumpang, perbaikan yield, serta tren positif pendapatan.
Sementara, Garuda Indonesia mencatatkan peningkatan tajam pada laba operasi menjadi 49,13 juta dolar AS pada tiga bulan pertama 2026, dibandingkan 5,20 juta pada kuartal 1-2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar
-
QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong
-
Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!
-
Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya