- Harga emas Antam per gram pada Senin, 27 April 2026 turun sebesar Rp16.000 menjadi Rp2.809.000.
- Harga beli kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp16.000 menjadi Rp2.620.000 per gram.
- Penurunan harga emas dunia dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah serta antisipasi keputusan suku bunga bank sentral.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 27 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.809.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 16.000 dibandingkan Sabtu, 25 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.620.000 per gram.
Harga buyback itu juga anjlok Rp 16.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.458.136
- 1 gram: Rp2.816.023
- 2 gram: Rp5.571.895
- 3 gram: Rp8.332.780
- 5 gram: Rp13.854.550
- 10 gram: Rp27.653.963
- 25 gram: Rp69.009.093
- 50 gram: Rp137.938.988
- 100 gram: Rp275.799.780
- 250 gram: Rp689.233.788
- 500 gram: Rp1.378.257.050
- 1000 gram: Rp2.756.474.000
Harga Emas Dunia Masih Hadapi Tekanan
Harga emas dunia mengalami tekanan pada awal perdagangan Asia, Senin, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) anjlok ke sekitar 4.680 dolar AS per troy ounce. Logam mulia tersebut terpantau melemah karena kembali diburu aksi jual di tengah konflik yang belum mereda di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta
Ketidakpastian meningkat setelah perundingan perdamaian terkait Iran dilaporkan terhenti. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan meminta Jared Kushner dan Steve Witkoff untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Pakistan yang sebelumnya berperan sebagai mediator.
Trump menyatakan Iran menawarkan banyak hal, tetapi tidak cukup, menandakan negosiasi masih jauh dari titik temu. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada negosiasi yang dipaksakan di bawah ancaman atau blokade.
Ketegangan juga meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang secara agresif target Hizbullah di Lebanon, seperti dilaporkan BBC.
Situasi geopolitik yang memanas ini turut mendorong lonjakan harga minyak mentah global, yang pada gilirannya meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut menjadi faktor penekan bagi harga emas.
Sebagai aset lindung nilai (safe haven), emas biasanya diminati saat ketidakpastian meningkat. Namun, karakter emas yang tidak memberikan imbal hasil membuatnya kurang menarik ketika suku bunga berada di level tinggi.
Di sisi lain, pelaku pasar kini menanti keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat.
Bank sentral AS tersebut secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian, investor akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk mendapatkan sinyal arah kebijakan selanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Percepat Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Apresiasi
-
BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah
-
Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli
-
Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional
-
Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian
-
IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100
-
BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat
-
Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun