Bisnis / Keuangan
Minggu, 26 April 2026 | 16:23 WIB
Harga emas Antam diramal terus menguat di tengah konflik timur tengah. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.]
Baca 10 detik
  • Harga emas diprediksi bergerak fluktuatif pekan depan akibat meningkatnya ketidakpastian konflik global di Timur Tengah yang krusial.
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas berpotensi menguat hingga 4.779 dolar AS atau terkoreksi ke level 4.651 dolar AS.
  • Pergerakan harga emas dipengaruhi dinamika geopolitik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat, serta akumulasi cadangan oleh negara anggota BRICS.

Suara.com - Harga emas antam diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada pekan depan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global atas konflik di Timur Tengah.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas antam masih memiliki peluang menguat, meski tetap dibayangi risiko koreksi.

"Kalau seandainya naik, kemungkinan besar di 4.779 dolar AS per troy ounce. Kemudian emas antamnya di Rp 2.865.000 per gram," ujar Ibrahim di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini harga emas dunia sebelumnya ditutup di kisaran 4.708 dolar AS troy ounce, dengan harga logam mulia domestik berada di level Rp 2.845.000 per gram.

Harga emas Antam diramal terus menguat di tengah konflik timur tengah. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa/aa]

Namun demikian, Ibrahim mengingatkan adanya potensi penurunan jika tekanan pasar meningkat. Ia menyebut level support pertama berada di level 4.651 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp 2.800.000 per gram.

Sementara itu, level support berikutnya diperkirakan berada di kisaran 4.560 dolar AS hingga 4.520 dolar AS per troy ounce, dengan harga emas antam berpotensi turun ke Rp 2.790.000 per gram.

Di sisi lain, jika tren penguatan berlanjut, Ibrahim menyebut harga emas berpotensi menembus resistance lanjutan hingga mendekati 4.232 dolar AS per troy ounce, dengan emas antam bisa mencapai Rp 2.980.000 per gram.

Menurutnya, pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, mulai dari dinamika geopolitik hingga arah kebijakan bank sentral.

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Yang pertama adalah faktor geopolitik. Kemudian yang kedua perpolitikan di Amerika. Kemudian yang ketiga kebijakan bank sentral. Kemudian yang keempat adalah suplai dan limen," paparnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu

Ia menyoroti ketegangan di Timur Tengah sebagai salah satu sentimen utama yang dapat mengerek harga emas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel dinilai berpotensi mendorong lonjakan harga energi dan inflasi global.

"Artinya apa? Minggu depan ini, akhir pekan, akhir bulan April ini cukup rusial. Apakah akan terjadi perang atau akan terjadi perdamaian di wilayah Timur Tengah," kata Ibrahim.

Selain itu, perubahan kebijakan di Amerika Serikat, termasuk potensi pergantian pimpinan bank sentral dan arah suku bunga, juga menjadi faktor yang akan menentukan arah pergerakan emas.

Di sisi lain, permintaan emas dari negara-negara berkembang juga terus meningkat, terutama dari kelompok negara BRICS yang aktif menambah cadangan emas.

"Negara-negara anggota BRIS sudah kembali memumpuk, membeli emas logam mulia sebagai cadangan devisanya," pungkasnya.

Load More