- Harga emas diprediksi bergerak fluktuatif pekan depan akibat meningkatnya ketidakpastian konflik global di Timur Tengah yang krusial.
- Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas berpotensi menguat hingga 4.779 dolar AS atau terkoreksi ke level 4.651 dolar AS.
- Pergerakan harga emas dipengaruhi dinamika geopolitik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat, serta akumulasi cadangan oleh negara anggota BRICS.
Suara.com - Harga emas antam diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada pekan depan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global atas konflik di Timur Tengah.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas antam masih memiliki peluang menguat, meski tetap dibayangi risiko koreksi.
"Kalau seandainya naik, kemungkinan besar di 4.779 dolar AS per troy ounce. Kemudian emas antamnya di Rp 2.865.000 per gram," ujar Ibrahim di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini harga emas dunia sebelumnya ditutup di kisaran 4.708 dolar AS troy ounce, dengan harga logam mulia domestik berada di level Rp 2.845.000 per gram.
Namun demikian, Ibrahim mengingatkan adanya potensi penurunan jika tekanan pasar meningkat. Ia menyebut level support pertama berada di level 4.651 dolar AS per troy ounce atau sekitar Rp 2.800.000 per gram.
Sementara itu, level support berikutnya diperkirakan berada di kisaran 4.560 dolar AS hingga 4.520 dolar AS per troy ounce, dengan harga emas antam berpotensi turun ke Rp 2.790.000 per gram.
Di sisi lain, jika tren penguatan berlanjut, Ibrahim menyebut harga emas berpotensi menembus resistance lanjutan hingga mendekati 4.232 dolar AS per troy ounce, dengan emas antam bisa mencapai Rp 2.980.000 per gram.
Menurutnya, pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, mulai dari dinamika geopolitik hingga arah kebijakan bank sentral.
"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Yang pertama adalah faktor geopolitik. Kemudian yang kedua perpolitikan di Amerika. Kemudian yang ketiga kebijakan bank sentral. Kemudian yang keempat adalah suplai dan limen," paparnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu
Ia menyoroti ketegangan di Timur Tengah sebagai salah satu sentimen utama yang dapat mengerek harga emas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel dinilai berpotensi mendorong lonjakan harga energi dan inflasi global.
"Artinya apa? Minggu depan ini, akhir pekan, akhir bulan April ini cukup rusial. Apakah akan terjadi perang atau akan terjadi perdamaian di wilayah Timur Tengah," kata Ibrahim.
Selain itu, perubahan kebijakan di Amerika Serikat, termasuk potensi pergantian pimpinan bank sentral dan arah suku bunga, juga menjadi faktor yang akan menentukan arah pergerakan emas.
Di sisi lain, permintaan emas dari negara-negara berkembang juga terus meningkat, terutama dari kelompok negara BRICS yang aktif menambah cadangan emas.
"Negara-negara anggota BRIS sudah kembali memumpuk, membeli emas logam mulia sebagai cadangan devisanya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya
-
AI Generatif Tingkatkan Proyeksi Karir dan Kinerja Developer Hingga dari 50 Persen
-
OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan
-
Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak
-
Syarat Subsidi PPN Tiket Pesawat saat Harga Avtur Naik Gila-gilaan
-
Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Ini Alasannya
-
Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak