-
JP Morgan: Ketahanan energi RI peringkat 2 dunia, kalahkan Tiongkok di tengah krisis global.
-
Gas raksasa 5 TCF ditemukan di Blok Ganal Kaltim, siap produksi mulai tahun 2028.
-
Pemerintah geber Mandatori B50 per 1 Juli 2026 untuk tekan impor BBM nasional.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membawa kabar baik dari sektor energi nasional. Di tengah karut-marut geopolitik global yang mengganggu pasokan energi dunia, ketahanan energi Indonesia justru dinilai sangat kokoh hingga menempati peringkat kedua di dunia.
Bahlil mengungkapkan, predikat prestisius ini diberikan oleh lembaga keuangan ternama, JP Morgan Asset Management, melalui laporan bertajuk Eye on the Market. Dalam laporan tersebut, Indonesia berhasil mengungguli negara-negara raksasa lainnya.
"Dunia hampir semua merasakan dampak ini (geopolitik). Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto, Indonesia dinilai oleh JP Morgan menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi," ujar Bahlil dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Laporan JP Morgan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82% konsumsi energi dunia. Indonesia berada di posisi kedua, tepat di bawah Afrika Selatan, namun sukses berada satu tingkat di atas Tiongkok yang bertengger di posisi ketiga.
Indonesia dinilai mampu menangkal krisis energi global berkat kombinasi produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik yang besar, cadangan batu bara yang melimpah, serta potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat luas.
Bahlil membeberkan bukti nyata kekuatan tersebut. Salah satunya adalah capaian lifting minyak tahun 2025 yang sukses menyentuh target APBN di angka 605 ribu barel per hari (bph). Tak berhenti di situ, pemerintah mematok target lebih tinggi di tahun 2026 ini sebesar 610 ribu bph.
Selain itu, harapan baru muncul dari temuan "harta karun" gas raksasa di sumur Geliga-1, Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur.
"Satu tahun setengah kita melakukan eksplorasi, kita dapat lagi gas di Kalimantan Timur, namanya Geliga. Itu 5 TCF, 5 triliun mm, dengan 300 juta kondensat atau ekuivalen 375 juta barel minyak. Ini akan produksi di 2028-2029," terang Bahlil.
Demi memperkuat kemandirian, pemerintah siap tancap gas mengimplementasikan kebijakan Mandatori B50 yang akan mulai berjalan pada 1 Juli 2026. Program ini diproyeksikan bakal menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM secara signifikan.
Baca Juga: Bahlil Paparkan 3 Langkah Pemerintah Antisipasi Krisis Energi
Di sektor gas, pemerintah juga berupaya keras mengurangi ketergantungan pada impor LPG. Strategi yang dijalankan antara lain melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), serta mengkaji pengembangan Compressed Natural Gas (CNG).
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0
-
Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111