Bisnis / Keuangan
Selasa, 12 Mei 2026 | 08:14 WIB
OJK mewanti-wanti investor tetap tenang hadapi pengumuman rebalancing MSCI. [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • MSCI akan mengumumkan hasil penyesuaian indeks pasar modal Indonesia pada 12 Mei 2026 di Jakarta.
  • Hasil tinjauan tersebut akan menentukan arah aliran dana investasi asing dalam dua bulan ke depan.
  • OJK mengimbau investor tetap tenang menghadapi potensi perubahan daftar saham dalam penyesuaian indeks global tersebut.

Suara.com - Pasar Modal Indonesia akan menunggu kepastian pengumuman Rebalancing MSCI pada hari,12 Mei 2026. Pengumuman ini akan mengubah nasib pasar modal Indonesia apakah akan dikerubuti investor asing atau malah kabur.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, mewanti-wanti risiko terhadap pengumuman Rebalancing MSCI itu masih ada. Menurut dia, OJK dengan pemangku kepentingan lain telah berusaha agar pasar modal Indonesia tak turun kasta.

"Misalnya, kita lihat secara granularitas data, keterbukaan informasi Itu mungkin salah satu yang terbaik lah untuk hal keterbukaan integritas yang kita sampaikan. Jadi, moga-moga ini juga menjadi konsideran supaya Indonesia tetap di emerging market," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta yang dikutip Selasa (12/5/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mewanti-wanti investor tetap tenang hadapi pengumuman rebalancing MSCI [Suara.com/Rina]

Atas hal ini, OJK meminta investor tetap tenang dan tidak lebay menanggapi pengumuman Rebalancing MSCI. Wanita yang disapa Kiki ini menyebut, saham-saham yang terlempar dari daftar MSCI sebagai bagian penyesuaian pasar.

Menurutnya, transformasi pasar modal terus dilakukan meski hasil pengumuman Rebalancing MSCI tidak sesuai harapan.

"Saya selalu sampaikan namanya kita melakukan perbaikan, kemungkinan ada saham yang akan disesuaikan ya Ini namanya rebalancing index kan, jadi ya kalaupun besok pengumumannya kita tunggu Kan mereka udah bilang freeze kan, jadi nggak ada yang baru yang masuk tapi yang lama mungkin akan keluar. Tapi ya kita lihat semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik," ucapnya.

Sebelumnya,  Mandiri Sekuritas memproyeksikan bahwa pengumuman hasil tinjauan indeks global oleh MSCI pada 12 Mei besok akan menentukan aliran dana asing ke Indonesia via pasar modal dalam dua bulan ke depan.

MSCI dijadwalkan mengumumkan MSCI Indonesia Index pada 12 Mei 2026 besok, setelah pada Februari lalu membekukan indeksnya di Tanah Air. Pengumuman besok sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar mengingat sejak Februari lalu Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sudah melakukan sejumlah reformasi pasar sesuai permintaan MSCI.

Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat, di Jakarta, Senin (11/5/2026) mengatakan apakah bobot emiten Indonesia dalam indeks MSCI dipertahankan, ditambah, atau dikurangi akan menentukan arah aksi beli maupun jual investor asing dalam dua bulan ke depan.

Baca Juga: Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok

"Mengenai target IHSG ke depannya, kami masih menjaga target IHSG kami di 9.050 poin. Tapi kembali memang kami melihat potensi revisi ke bawah mengingat adanya potensi tekanan margin akibat dari volatilitas makro yang meningkat dan juga tekanan beban energi ke depannya," kata Kresna.

Load More