Bisnis / Properti
Selasa, 12 Mei 2026 | 12:55 WIB
Para pemimpin industri di ITX26. [dok. pribadi]
Baca 10 detik
  • Hotel mewah Indonesia sudah pulih ke tingkat okupansi sebelum pandemi dan jadi yang paling cepat bangkit dibanding kelas hotel lain.
  • Permintaan perjalanan premium dan tarif hotel terus naik, terutama di Bali yang juga memimpin pasar branded residence.
  • ITX 2026 menyoroti peluang besar sektor pariwisata mewah, investasi hotel, dan properti branded di Indonesia.

Bali kini menjadi pasar utama, menyumbang 25% nilai pasar branded residence Indonesia. Pulau ini memiliki lebih dari 70 pengembangan aktif yang dikelola perhotelan, dengan branded residence mengambil porsi sekitar 10% dari total pasokan aktif.

Klaster terbesar ada di Canggu/Berawa dengan 1.703 unit di 25 properti, disusul Uluwatu, Seseh/Pererenan/Nyanyi, Seminyak, dan Sanur.

ITX 2026 diorganisir oleh Horwath HTL, C9 Hotelworks, STR, QUO Global, Greenview, dan Delivering Asia, bermitra dengan Langham Hospitality Group. Acara ini didukung PHRI, Jakarta Hotels Association, dan Bali Hotels Association.

Mengusung tema “Reimagining Journeys”, forum membahas evolusi pariwisata Indonesia menjawab permintaan layanan mewah, kinerja hotel, branded residence, tren investasi, desain, teknologi, dan keberlanjutan.

Program dibuka dengan sesi prospek investasi 2026 oleh Douglas E. Ramage, Managing Director BowerGroupAsia Indonesia. Jesper Palmqvist, Wakil Presiden Regional Asia Pacific STR, bersama Erastus Radjimin, Founder dan CEO ARTOTEL Group, mengupas cara mengubah wawasan pasar menjadi aksi.

Sesi khusus branded residence dipandu Bill Barnett, Managing Director C9 Hotelworks, menghadirkan pembicara dari Harmoni Bali, Marriott International, dan Langham Hospitality Group.

“Residensi bermerek bukan lagi produk sekunder di Indonesia. Mereka menjadi pendorong utama permintaan properti mewah,” kata Bill Barnett.

“Yang membuat Indonesia menarik adalah perpaduan kepercayaan pada merek, daya tarik destinasi, serta aspirasi gaya hidup. Tantangannya adalah menyelaraskan elemen tersebut di pasar yang beragam, terfragmentasi, dan bernuansa budaya.”

“Peluang Indonesia bukan sekadar pertumbuhan. Ini pertumbuhan yang cerdas,” tambah Matt Gebbie, Direktur Pacific Asia, Horwath HTL.

Hotel mewah menghadapi ekspektasi lebih tinggi dalam kinerja, imbal hasil modal, dan diferensiasi. Memahami destinasi, segmen, dan konsep yang benar-benar berkinerja pada 2026 dan setelahnya kini menjadi krusial bagi investor maupun operator.”

Sesi lain membahas teknologi perhotelan, kepemimpinan, desain berakar budaya, strategi kepemilikan, dan keberlanjutan.

Kontributornya antara lain ZUZU Hospitality, Mylighthouse, Plataran Indonesia, QUO Global, Banyan Group, Potato Head, THE 101 Hotels & Resorts, Amaroossa Hotels, Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, dan Greenview.

Load More