Bisnis / Keuangan
Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB
Ilustrasi rupiah (Pixabay/Iqbal Nuril Anwar)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia melaporkan jumlah uang beredar (M2) pada Mei 2026 tumbuh 10,8 persen mencapai Rp10.415,9 triliun di Jakarta.
  • Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan penyaluran kredit sebesar 10,8 persen serta kenaikan aktiva luar negeri bersih.
  • Komponen uang beredar sempit (M1) menyumbang pertumbuhan signifikan sebesar 15,3 persen yang ditopang kenaikan giro serta uang kartal.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan kondisi uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 tumbuh lebih tinggi.  Adapun, pada  Mei 2026, M2 tumbuh sebesar 10,8 persen (year on year/yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan angka lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 sebesar 9,2 persen (yoy). Sehingga, uang beredar  mencapai Rp10.415,9 triliun. 

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,0 persen (yoy)," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Kata dia, perkembangan  M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. 

Penyaluran kredit tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 9,4 persen (yoy).

"Aktiva luar negeri bersih pada Mei 2026 tumbuh sebesar 5,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen (yoy)," jelasnya.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny di Gedung BI, Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Rina]

Sementara itu, komponen M1 yang memiliki porsi 57,8 persen dari total M2 tercatat sebesar Rp 6.025 triliun atau tumbuh 15,3 persen yoy. 

Kinerja tersebut ditopang oleh percepatan pertumbuhan giro rupiah menjadi 23,9 persen yoy dari 21,3 persen yoy pada April 2026.

Selain itu, uang kartal di luar bank umum dan BPR tumbuh 16,6 persen yoy menjadi lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 15,7 persen yoy. 

Baca Juga: BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu juga meningkat dengan pertumbuhan 8,3 persen yoy, dari sebelumnya 7,1 persen yoy.

Load More