Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa di Fun Asia Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Baca 10 detik
  • Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan objek wisata kini menjadi faktor utama keputusan wisatawan saat membuka Fun Asia Expo 2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
  • Badan Pusat Statistik mencatat perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta dan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta sepanjang periode Januari hingga Juni 2026.
  • Direktur Utama PT Fun International Rachmat Sutiono optimistis industri rekreasi terus berkembang karena didukung oleh pasar besar dari tingginya mobilitas wisatawan domestik.

Suara.com - Taman rekreasi, taman bertema (theme park), dan taman wisata air jadi salah satu pilihan utama liburan keluarga. Hasilnya, industri rekreasi harus bisa memfasilitasi kebutuhan wisatawan.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan perubahan perilaku wisatawan membuat atraksi wisata tidak lagi sekadar menjadi pelengkap destinasi.

"Objek wisata kini bukan lagi sekadar pelengkap sebuah destinasi, tetapi telah menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak uangnya," ujar Ni Luh saat membuka Fun Asia Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Rabu (5/8/2026).

Family Travel Survey 2025 yang dilakukan terhadap hampir 1.600 orang tua dan kakek-nenek menunjukan taman bertema dan taman wisata air jadi salah satu lokasi yang paling dituju keluarga, dengan presentasi 45 persen.

Riset tersebut memang mencerminkan pasar Amerika Serikat, tetapi memberikan gambaran mengenai semakin kuatnya posisi taman rekreasi dalam perjalanan keluarga. Di Indonesia, peluang pasar rekreasi juga ditopang tingginya mobilitas wisatawan domestik.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa di Fun Asia Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Sepanjang Januari-Juni 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 630,41 juta perjalanan, tumbuh 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 7,45 juta atau naik 5,71 persen.

Menurut Ni Luh, pertumbuhan tersebut perlu diikuti dengan pengembangan atraksi yang mampu memberikan pengalaman lebih berkualitas bagi wisatawan.

"Ini menunjukkan permintaan terhadap pariwisata Indonesia terus meningkat. Peluang tersebut harus dijawab dengan menghadirkan destinasi yang inovatif, berkualitas, aman, dan ramah keluarga," katanya.

Ia menilai pembangunan taman rekreasi, museum, pusat hiburan keluarga, hingga destinasi wisata edukatif dapat memperkaya pilihan atraksi sekaligus meningkatkan daya saing sebuah destinasi.

Baca Juga: Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Tren dan perubahan minat wisatawan ini yang juga jadi perhatian dalam penyelenggaraan The 6th Fun Asia Expo Indonesia 2026. Apalagi pameran ini tempat bertemunya 150 perusahaan dari 12 negara, mulai dari pengembang wahana, penyedia teknologi, operator taman rekreasi, hingga investor.

Direktur Utama PT Fun International, Rachmat Sutiono, melihat peluang pengembangan taman rekreasi di Indonesia masih terbuka lebar, terutama karena pasar domestik memiliki jumlah wisatawan yang besar.

"Pasar terbesar justru berasal dari wisatawan nusantara. Karena itu kami optimistis industri rekreasi akan terus berkembang," ujar Rachmat.

Menurut Rachmat, Fun Asia Expo yang pertama kali digelar pada 1997 juga dirancang untuk memperbesar ekosistem industri, bukan sekadar mempertemukan perusahaan untuk berebut pasar.

"Sejak awal tujuan kami bukan saling berebut pasar yang kecil, tetapi memperbesar industrinya sehingga seluruh pelaku usaha memiliki peluang yang lebih luas untuk berkembang," pungkas Rachmat.

Load More