Bisnis / Keuangan
Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB
Rupiah masih terus melemah nyaris ke level Rp18.000. [Antara].
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah 0,55 persen ke level Rp17.952 terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026.
  • Pelemahan terjadi akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
  • Sentimen pasar saham pasca peninjauan ulang status Emerging Market oleh MSCI turut memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang rupiah.

Suara.com - Pelamahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih tak terbendung hingga akhir perdagangan, Rabu (24/6/2026). Bahkan, mata uang garuda itu nyaris menembus level Rp18.000

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 99 poin atau 0,55 persen menuju level Rp17.952.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah setelah ekspetasi investor terhadap kenaikan suku bunga acuan AS atau The Fed meningkat. Alhasil membuat dolar AS semakin superior.

"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS yang terus melanjutkan penguatan, dengan indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam 14 bulan oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed," katanya saat dihubungi Suara.com.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Lukman melanjutkan, rupiah  juga tertekan oleh sentimen pasar saham yang ambrol setelah MSCI yang walau mempertahankan status Emerging Market.

"Namun status tersebut masih akan direview ulang November dan berpotensi di downgrade ke frontier sehingga bisa menekan rupiah," jelasnya.  

Sementara itu, beberapa mata uang Asia melemah. Salah satunya won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,69 persen. Disusul, baht Thailand yang terkoreksi 0,49 persen.

Sedangkan, dolar Taiwan yang ditutup tertekan 0,41 persen dan peso Filipina ditutup terkoreksi 0,3 persen. Lalu yuan China terdepresiasi 0,19 persen.

Berikutnya, yen Jepang turun 0,1 persen dan dolar Singapura yang melemah tipis 0,06 persen pada sore ini. Sedangkan, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,13 persen.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Diikuti, rupee India terangkat 0,03 persen. Kemudian, dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback.

Load More