- Nilai tukar rupiah melemah 0,55 persen ke level Rp17.952 terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026.
- Pelemahan terjadi akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
- Sentimen pasar saham pasca peninjauan ulang status Emerging Market oleh MSCI turut memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang rupiah.
Suara.com - Pelamahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih tak terbendung hingga akhir perdagangan, Rabu (24/6/2026). Bahkan, mata uang garuda itu nyaris menembus level Rp18.000
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 99 poin atau 0,55 persen menuju level Rp17.952.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah setelah ekspetasi investor terhadap kenaikan suku bunga acuan AS atau The Fed meningkat. Alhasil membuat dolar AS semakin superior.
"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS yang terus melanjutkan penguatan, dengan indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam 14 bulan oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman melanjutkan, rupiah juga tertekan oleh sentimen pasar saham yang ambrol setelah MSCI yang walau mempertahankan status Emerging Market.
"Namun status tersebut masih akan direview ulang November dan berpotensi di downgrade ke frontier sehingga bisa menekan rupiah," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia melemah. Salah satunya won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,69 persen. Disusul, baht Thailand yang terkoreksi 0,49 persen.
Sedangkan, dolar Taiwan yang ditutup tertekan 0,41 persen dan peso Filipina ditutup terkoreksi 0,3 persen. Lalu yuan China terdepresiasi 0,19 persen.
Berikutnya, yen Jepang turun 0,1 persen dan dolar Singapura yang melemah tipis 0,06 persen pada sore ini. Sedangkan, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,13 persen.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000
Diikuti, rupee India terangkat 0,03 persen. Kemudian, dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban