- Nilai tukar rupiah melemah 99 poin ke level Rp17.955 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026.
- Pelemahan rupiah terjadi karena sentimen negatif global terkait kekhawatiran kenaikan suku bunga yang terus meningkat saat ini.
- Keputusan MSCI mempertahankan status pasar ekuitas Indonesia diharapkan mampu menopang pergerakan nilai tukar rupiah ke depannya.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih loyo terhadap dolar AS pada perdagangan, Rabu 24 Juni 2026 pagi. Mata uang Garuda ini paling lemah se-Asia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Rabu 24 Juni 2026 dibuka ke level Rp 17.955 per dolar AS atau melemah 99 poin atau 0,55 persen.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemaha rupiah disebabkan sentimen negatif mengenai kenaikan suku bunga.
"Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekuatiran tingkat suku bunga tinggi. Menimbang trend indeks dolar AS, memang ada peluang rupiah kembali menyentuh Rp18.000," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun kabar baik dari MSCI yang masih mempertahankan status Emerging pasar ekuitas Indonesia bisa membuat rupiah menguat.
"Penguman MSCI setidaknya bisa sedikit banyak mendukung rupiah, di mana hari ini bergerak di kisaran Rp17.800 - Rp18.000," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia melemah. Salah satunya adalah baht Thailand yang melemah 0,43 persen.
Peso Filipina melemah 0,36 persen, won Korea melemah 0,18 persen, dolar Taiwan melemah 0,10 persen. Diikuti ringgit Malaysia melemah 0,10 persen dan dolar Singapura melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Yuan China menguat 0,01 persen, yen Jepang menguat 0,006 persen. Diikuti dolar Hong Kong menguat 0,004 persen terhadap dolar AS.
Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 101,41, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 101,40.
Baca Juga: Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71
-
Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!
-
IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global
-
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market