- BNI merupakan bank pertama milik negara yang berdiri sejak 1946 dan konsisten melakukan transformasi berkelanjutan hingga kini.
- Transformasi digital BNI melalui aplikasi wondr dan BNIdirect berhasil meningkatkan efisiensi serta jumlah transaksi nasabah secara signifikan.
- BNI memperluas inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi melalui jaringan Agen46, platform Xpora bagi UMKM, serta pemberian beasiswa.
Dampaknya terlihat dari jumlah penggunaa layanan mobile banking yang meningkat sebesar 26,16 persen berdasarkan data Bank Indonesia. Sementara, transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melonjak tajam hingga 95,10 persen secara tahunan.
Di era ini, tantangan yang dihadapi industri perbankan tak lagi sama dengan beberapa dekade sebelumnya. Perubahan yang terjadi menuntut bank-bank konvensional beradaptasi lebih cepat menjangkau pengguna layanan keuangan yang semakin digital.
Perubahan inilah yang mendorong BNI memulai babak baru transformasi digital berkelanjutan. Transformasi ini dimulai pada 2019, BNI menjadi bank BUMN pertama yang bertransformasi digital dengan meluncurkan layanan pembukuan rekening secara digital melalui aplikasi mobile banking.
Di tahun 2024, BNI meluncurkan aplikasi wondr by BNI dan mengoptimalkan layanan BNIdirect dengan menyatukan berbagai layanan transaksi digital yang sebelumnya tersebar menjadi satu platform komprehensif.
Jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 5,4 juta pengguna di tahun pertama aplikasi ini diluncurkan. Angka pengguna terus naik signifikan di tahun 2025 mencapai 12 juta pengguna dengan nilai transaksi mencapai Rp1.198 triliun atau naik 5,2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah transaksi mencapai 1,35 miliar atau naik 5,5 kali lipat secara tahunan.
Peningkatan ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan tabungan yang meningkat 10,2 persen Year on Year (YoY), memperkuat struktur Current Account Saving Account (CASA) dan menjaga biaya dana tetap efisien.
Langkah transformasi besar diambil BNI dengan menutup layanan internet banking dan mengalihkannya ke platform digital wondr by BNI untuk kebutuhan ritel dan BNIdirect untuk kebutuhan korporasi dan usaha.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, peralihan tersebut merupakan bagian dari upaya BNI memperkuat ekosistem digital di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital.
"Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menghadirkan layanan digital yang lebih aman, cepat, dan relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini," kata Okki dalam keterangan tertulis belum lama ini.
Perubahan yang dilakukan menunjukkan hasil yang positif. Tercatat jumlah pengguna wondr by BNI hingga medio 2026 telah mencapai lebih dari 13 juta dengan tingkat engagement yang meningkat secara signifikan. Sementara, pengguna BNIdirect juga tumbuh dengan nilai transaksi 16 persen secara tahunan. Pertumbuhan positif ini berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan tabungan ritel dana giro korporasi.
Transformasi yang Berdampak
Berbagai terobosan yang dijalankan BNI tidak hanya bertujuan menghadirkan layanan yang lebih cepat dan nyaman untuk nasabah di tengah perkembangan Teknologi. Lebih dari itu, transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan agar menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan perbankan.
Komitmen tersebut terbukti melalui penguatan jaringan Agen46 yang tersebar hingga penjuru negeri. Hingga September 2025, jumlah Agen46 mencapai 226.143 agen atau tumbuh 9,1 persen secara tahunan. Volume transaksi yang diproses melalui Agen46 tercatat mencapai 79,81 juta transaksi atau tumbuh 37,2 persen secara tahunan.
Tak sampai di situ, kinerja finansial jaringan keagenan BNI ini juga menunjukkan tren positif. Fee Based Income (FBI) dari layanan keagenan tumbuh 18,9 persen secara tahunan dan CASA atau saldo rekening afiliasi agen meningkat 39,3 persen secara tahunan menjadi Rp5,5 triliun.
Okki mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti nyata memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
"Catatan ini menjadi cerminan nyata bahwa keterlibatan BNI mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan," kata Okki.
Perluasan akses keuangan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa digitalisasi perbankan tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga mendorong inklusi keuangan.
Penelitian Ceasario A.F. dan Fauzatul Laily Nisa yang dipublikasikan dalam Al Rikaz: Journal of Islamic Economics and Finance pada 2025 menyimpulkan digitalisasi layanan perbankan berperan penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal melalui kemudahan transaksi dan akses layanan yang lebih luas.
Dampak transformasi tersebut juga dirasakan oleh para pelaku usaha atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui platform Xpora, BNI berupaya membantu UMKM memperluas akses pasar hingga ke tingkat global. Di sini UMKM mendapatkan layanan pembiayaan, konsultasi bisnis, hingga akses informasi pasar mancanegara melalui jaringan diaspora Indonesia dan kantor cabang BNI di luar negeri.
Merujuk Laporan Keberlanjutan BNI 2025, program ini telah diakses oleh 12.094 debitur dengan total pembiayaan mencapai Rp35 tiliun sampai akhir 2025. BNI juga menyediakan fitur Fast Trex Xpora yang menawarkan kemudahan pembiayaan, diskon tarif luar negeri, fasilitas forex line, business matching, business pitching dan masih banyak lagi.
"Dengan strategi inklusif, pembiayaan berbasis sektor produktif, hingga inovasi digital, BNI akan terus mendukung UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan dan meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional," kata Okki.
Komitmen BNI tidak hanya berhenti pada sektor keuangan dan pemberdayaan usaha. Dalam mendukung upaya pemerataan akses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, BNI melalui program BNI Berbagi menyalurkan beasiswa.
Sepanjang 2025 hingga April 2026, tercatat BNI telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 1.000 pelajar mulai dari jenjang SD sampai jenjang perguruan tinggi.
Direktur Network & Retail Funding BNI Rian Kaslan mengatakan, BNI terus bertransformasi melakukan berbagai inovasi produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Tidak hanya bertujuan mempermudah transaksi, melainkan juga memberi nilai tambah dalam mengelola keuangan pribadi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di penjuru negeri.
"Melalui wondr by BNI dan jaringan Agen46, kami ingin memastikan akses keuangan yang lebih luas, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Rian.
Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan transformasi yang dijalankan BNI tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan bisnis. Di usia ke-80 tahun, transformasi menjadi sarana bagi BNI untuk memperluas akses keuangan, memperkuat daya saing UMKM dan membuka kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang.
Berita Terkait
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
Resmi Debut Solo, Evan Ungkap Dedikasi dan Janji Setia di Lagu Ride or Die
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?