Bisnis / Keuangan
Kamis, 25 Juni 2026 | 10:35 WIB
Direktur Utama Antam Untung Budiharto, purnawirawan TNI AD lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 [Dok. Pendam Jaya]
Baca 10 detik
  • Tiga BUMN tambang terbesar kini dipimpin purnawirawan TNI.
  • Dirut ANTM dan PTBA lulusan Akmil 1988, TINS Akmil 1987.
  • Investor menanti dampak kepemimpinan militer terhadap kinerja emiten.

Suara.com - Peta kepemimpinan di sektor tambang pelat merah mengalami perubahan signifikan dengan dikuasai para lulusan akmil. Tiga perusahaan tambang terbesar milik negara, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), kini berada di bawah komando para purnawirawan TNI Angkatan Darat.

Fenomena ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, tiga BUMN tambang strategis secara bersamaan dipimpin oleh figur dengan latar belakang militer.

Di PT Aneka Tambang Tbk, kursi Direktur Utama ditempati Untung Budiharto, purnawirawan TNI AD lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama Transjakarta dan pernah menjadi Pangdam Jaya. Ia resmi ditunjuk sebagai Dirut ANTM pada akhir 2025.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk menunjuk Letjen TNI (Purn) sebagai Direktur Utama menggantikan Arsal Ismail. Bambang merupakan lulusan Akmil 1988 dan sebelumnya menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI sebelum memasuki dunia korporasi. Penunjukan tersebut diputuskan dalam RUPS Tahunan 2026.

Kasum TNI Letjen Bambang Ismawan. (Suara.com/M Yasir)

Adapun PT Timah Tbk lebih dulu menunjuk

Profil Restu Widiyantoro Direktur Baru PT Timah (X)

sebagai Direktur Utama. Purnawirawan TNI berpangkat Kolonel itu diketahui merupakan lulusan Akmil 1987 dari kecabangan Infanteri.

Masuknya para eks petinggi militer ke pucuk pimpinan perusahaan tambang negara memunculkan beragam pandangan. Di satu sisi, mereka dinilai memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan, disiplin organisasi, hingga pengelolaan sumber daya strategis negara. Namun di sisi lain, tren tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah tata kelola BUMN, terutama terkait kebutuhan kompetensi industri pertambangan yang semakin kompleks dan kompetitif.

Ketiga perusahaan tersebut memiliki peran vital dalam rantai pasok sumber daya alam nasional. ANTM menjadi pemain utama di sektor nikel, emas, dan bauksit. PT Timah menguasai bisnis timah nasional, sedangkan PTBA merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.

Dengan nilai aset gabungan mencapai ratusan triliun rupiah dan peran strategis dalam mendukung hilirisasi mineral serta ketahanan energi nasional, kepemimpinan baru di tiga BUMN tambang tersebut akan menjadi perhatian investor dan pelaku pasar dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Bisa Pesan Sekarang, Harga Emas Antam Tetap Rp2.665.000/Gram Hari Ini

Load More