Bisnis / Energi
Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengeluh jadi One Man Show atas pemadaman listrik. [Suara.com/Yaumal Adi Asri Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengambil peran sebagai manajer proyek PLN untuk mengatasi masalah pemadaman listrik bergilir baru-baru ini.
  • Bahlil memimpin rapat koordinasi lintas instansi guna memverifikasi pasokan batu bara bagi pembangkit listrik milik PT PLN Persero.
  • Pemerintah akan membentuk tim pengadaan batu bara transparan yang diawasi aparat hukum guna mencegah krisis energi di masa depan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berkelakar bahwa dirinya harus rangkap jabatan sebagai proyek manager PT PLN (Persero) saat pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah pada beberapa waktu lalu. 

Bahlil mengaku guna mengatasi persoalan tersebut dirinya menggelar rapat bersama Jaksa Agung, Kepala BIN, pimpinan DPR, hingga Menteri Sekretaris Negara, hingga Sekretaris Kabinet.

Rapat itu digelar untuk mencari tahu penyebab terjadinya pemadaman bergilir. Ia pun menyebut dirinya seolah menjadi proyek manager PLN.

"Akhirnya aku pimpin rapat Bos. Saya 10 hari terakhir jabatan saya Menteri ESDM merangkap PM PLN pengadaan batu bara. Project Manager. Jadi ngurus batu bara sekarang sampai saya tahu lokasi cara bagaimana mengirimnya," katakata Bahlil dalam sambutannya pada agenda Energy Forum di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ilustrasi Pemadaman Listrik. [Suara.com/AI].

Bahlil memaparkan kebutuhan batu bara untuk pembangkit PLN mencapai 154 juta metrik ton dalam setahun, yang pemenuhannya dijamin oleh regulasi Domestic Market Obligation (DMO). 

Dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang ditugaskan ke perusahaan tambang sebesar 180 hingga 190 juta metrik ton, sekitar 160 sampai 170 juta metrik ton di antaranya telah terverifikasi dan siap dipasok. 

Sementara yang telah berhasil dikontrak sebesar 134 juta metrik ton, dan telah meningkat menjadi 141 juta metrik ton dalam tiga hari terakhir. 

"Artinya ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni. Dari 154 juta kurang 141 juta itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan 6? Ini ilmu abuleke apa lagi gitu lho. Enggak, ini aku jujur-jujur saja nih. Berarti kan ada sesuatu," kata Bahlil. 

Ia pun mengungkap adanya kendala pasokan pada batu bara kalori medium yang digunakan sebagai campuran pembangkit. Ia pun mengingatkan direksi PLN agar tidak terlambat mengantisipasi masalah ini hingga kondisi kritis terjadi.

Baca Juga: Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

"Jangan air sudah di batang leher baru teriak. Nah makanya saya 2 minggu terakhir ini sudah jadi Project Manager PLN. Saya sudah ngomong sama Pak Dirut PLN, saya jadi Project Manager kau kalau begini," katanya. 

Guna mengantisipasi hal tersebut tidak terulang kembali, pemerintah akan membentuk tim pengadaan batubara yang terdiri dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Inspektur Jenderal ESDM, BPKP hingga PLN. 

"Pengadaannya harus transparan dan saya minta aparat penegak hukum awasi supaya jangan kelakuan begini setiap tahun muncul terus," pungkasnya. 

Load More